Ngadmin

​Munas X LDII Resmi Tetapkan Dodi Taufik Wijaya sebagai Ketua Umum Masa Bakti 2026-2031

Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang dilaksanakan di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, pada 7-9 April 2026 sukses digelar dengan suasana yang penuh kekeluargaan dan kesejukan. Perhelatan tertinggi organisasi ini tidak hanya menjadi momentum regenerasi kepemimpinan, tetapi juga mempertegas komitmen LDII dalam memberikan kontribusi berkelanjutan bagi bangsa dan negara.

Hasil munas X LDII menetapkan Dodi Taufik wijaya sebagai ketua umum LDII masa bakti 2026-2031. Kepemimpinan yang terpilih dalam Munas X ini dipandang sebagai kombinasi antara pengalaman dan inovasi. Dengan semangat “LDII untuk Bangsa”, kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga penguatan ekonomi syariah di akar rumput.

​Keberhasilan Munas X ini disambut baik oleh jajaran pengurus di tingkat wilayah. Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah, Zulkifli Lasamai, memberikan apresiasi tinggi atas jalannya musyawarah yang dinilai sangat demokratis namun tetap mengedepankan adab dan persatuan.

​”Pelaksanaan Munas X ini mencerminkan kematangan organisasi kita dalam berdemokrasi. Suasana sejuk yang tercipta menunjukkan bahwa kita mengutamakan kepentingan umat di atas segalanya. Kami di daerah siap mengawal hasil keputusan Munas dan membawa semangat baru ini untuk memperkuat kontribusi LDII di Sulawesi Tengah,” ujar Zulkifli Lasamai.

​Dia juga menambahkan bahwa, estafet kepemimpinan ini, harus menjadi pemicu bagi seluruh kader untuk bekerja lebih cerdas dan tulus dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

” Semoga dengan kepemimpinan yang baru ini mampu mengibarkan panji-panji organisasi lebih tinggi, menjadi inspirasi bagi seluruh kader organisasi untuk terus memberi manfaat dan bekerja dengan tulus untuk masyarakat luas ” Tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa kehadiran para tokoh tokoh nasional dalam kegiatan Munas tersebut menjadi spirit tersendiri bagi para pengurus LDII yang ada di daerah-daerah, karena materi pembekalan yang disampaikan baik terkait kebudayaan, dinamika global, pendidikan dan ketahanan pangan, akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam menentukan arah program program organisasi kedepannya.

Zulkifli juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Chriswanto Santoso atas pengabdian dan kepemimpinannya selama periode 2021–2026. kepemimpinan yang dijalankan telah membawa banyak kemajuan bagi organisasi, termasuk dalam memperkuat pembinaan umat dan peningkatan kualitas generasi muda.

Munas X LDII Bahas Penguatan Kebangsaan Serta Respons atas Krisis Global

Jakarta (6/3). Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Agenda lima tahunan ini tidak hanya menjadi forum untuk menentukan kepengurusan baru, tetapi juga menyusun program kerja strategis organisasi ke depan.

 

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa Munas X menjadi momentum penting untuk memperkuat peran LDII dalam menjawab tantangan bangsa, baik di tingkat nasional maupun global, “Munas X ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja LDII ke depan, termasuk dalam menghadapi berbagai dinamika global yang berdampak pada Indonesia,” ujarnya.

 

Menurut KH Chriswanto, salah satu isu penting yang menjadi perhatian dalam Munas X adalah perkembangan krisis di kawasan Timur Tengah yang berdampak luas terhadap stabilitas dunia. Krisis tersebut dinilai berpengaruh terhadap lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok global, hingga potensi resesi ekonomi di berbagai negara, “Krisis di Timur Tengah tidak bisa dipandang sebagai isu regional semata. Dampaknya sangat luas, mulai dari krisis energi hingga tekanan ekonomi global yang berpotensi memicu resesi,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi dengan baik, maka bukan tidak mungkin akan berdampak pada krisis sosial, termasuk meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, serta potensi konflik sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia.

 

“Oleh karena itu, Munas LDII juga akan membahas berbagai terobosan, usulan solusi dan kontribusi nyata yang bisa diberikan organisasi dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.

 

Selain isu global, Munas X juga akan menekankan pentingnya sinergi antara LDII dengan pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Untuk itu, DPP LDII mengundang pejabat tinggi pemerintah untuk memberikan pembekalan, agar kepengurusan DPP LDII kian sigap mengimplementasikan program kerja untuk mendukung program pemerintah.

 

KH Chriswanto berharap, melalui Munas X, LDII dapat melahirkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang adaptif, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, “LDII berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi, baik dalam menghadapi tantangan nasional maupun global, demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, harmonis, dan berdaya saing,” pungkasnya.

 

Menurut Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi, selaku Ketua Panitia Pelaksana Munas X LDII, acara akan dihadiri 800 peserta yang merupakan perwakilan dari kepengurusan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, para ulama, dan pimpinan pondok pesantren di bawah naungan LDII. “Acara ini juga dilengkapi Gen Fest, atau Festival Generus yang merupakan etalase kemandirian generasi muda warga LDII,” papar Rulli.

 

Gen Fest dihadiri 80 stan yang merupakan perwakilan sekolah, pondok pesantren, UMKM, travel umroh dan haji, hingga bisnis kuliner. Acara yang dikelola generasi muda LDII dan LDII News Network (LINES) itu, juga menjadi wahana edukasi dengan berbagai talkshow mengenai berbagai usaha di bidang industri kreatif. “Gen Fest yang merupakan kegiatan pendukung Munas X LDII ini juga diisi Festival Seni Pencak Silat bekerja sama dengan Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD. Hal ini sebagai salah satu upaya melestarikan budaya bangsa, mempererat tali silaturahmi, serta membina karakter generasi muda,” ujar Rulli.

Jelang Munas X LDII, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan

Jakarta (31/3). Menjelang pelaksanaan Munas X LDII, DPP LDII audiensi dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Pertemuan tersebut menitikberatkan pelibatan ormas Islam dalam upaya pelestarian dan penguatan kebudayaan.

Dalam pertemuan pada Senin (31/3/2026) itu, DPP LDII memaparkan program kerja yang berkaitan dengan pendidikan karakter, sekaligus mengundang Menteri Kebudayaan sebagai narasumber pada Munas X LDII yang akan digelar pada 7-9 April mendatang.

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon berharap seluruh ormas Islam, termasuk LDII, dapat berkontribusi dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia. “Kementerian Kebudayaan berharap semua unsur dan institusi dapat turut memajukan kebudayaan nasional secara bersama-sama, termasuk lembaga-lembaga ormas seperti LDII,” tambahnya.

 

Fadli Zon juga menegaskan, ke depan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan LDII yang menaungi berbagai lembaga pendidikan. “LDII memiliki pondok pesantren, perguruan tinggi, SMA, SMK, hingga tingkat SD. Kami membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk memajukan kebudayaan Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Munas tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga menyoroti dinamika lingkungan strategis global saat ini.

“Kita ketahui bahwa lingkungan strategis global, baik dari sisi geopolitik maupun geoekonomi, telah mengalami perubahan. Konflik di kawasan Timur Tengah turut memberikan dampak terhadap Indonesia. Oleh karena itu, tema Munas LDII kali ini adalah memperkuat daya tahan terhadap tantangan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketahanan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan fisik, tetapi juga mencakup ketahanan pangan, energi, mental, hingga kebangsaan. “Salah satunya adalah membangun ketahanan moral melalui kebudayaan. Karena itu, kami menghadirkan Menteri Kebudayaan sebagai narasumber,” jelasnya.

Hadir pula dalam audiensi itu Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistyono, Sekretaris Wahjoe Setiono, Ketua Dept.Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Tri Gunawan Hadi dan anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan Netti Herawati.

Lines DPP

LDII Siapkan Munas X, Ketua Umum Ajak Pengurus Serap Aspirasi Lewat Silaturahim Idul Fitri

Jakarta (30/3). Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) LDII X yang akan digelar pada 7–9 April mendatang.

Menurut KH Chriswanto, Munas X menjadi momentum strategis bagi LDII untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional, sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa.

“Persiapan Munas terus kami lakukan secara intensif, baik dari sisi substansi materi maupun teknis pelaksanaan, agar Munas X berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus LDII di tingkat DPW, DPD, hingga PC dan PAC untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperkuat silaturahim dengan para pemangku kepentingan di daerah masing-masing.

KH Chriswanto menekankan pentingnya menjalin komunikasi dengan pejabat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen strategis lainnya, sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami meminta seluruh pengurus LDII untuk bersilaturahim dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya. Dari situ, kita bisa menyerap berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan penting dalam Munas,” jelasnya.

Ia menambahkan, aspirasi yang dihimpun dari daerah tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Munas, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.

“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja ke depan semakin tepat sasaran,” tegasnya.

Selain itu, KH Chriswanto juga berharap momentum silaturahim Idul Fitri dapat memperkuat sinergi antara LDII dengan pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama, pimpinan ormas dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan.

“Munas X tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kontribusi LDII dalam membangun bangsa yang harmonis, maju, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Zulkifli Lasamai menyambut gelaran Munas X LDII dengan penuh rasa optimisme dan semangat persatuan.

Bagi kami di Sulteng, Munas ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum krusial untuk memperkuat kontribusi kita dalam membangun bangsa, khususnya di Bumi Tadulako.” Ungkapnya

Hasil dari Munas X nantinya akan segera kami transformasikan ke dalam program kerja wilayah untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif.

Buka Munas IX LDII, Ini Pesan Jokowi Untuk LDII

Jakarta (7/4). Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur pada Rabu (7/4). Presiden Jokowi di depan para peserta yang mengikuti pidato pembukaan secara daring tersebut, mengingatkan Ormas Islam untuk mengembangkan dan melaksanakan moderasi beragama.

“Kita patut bersyukur menerima warisan berupa Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa, meskipun berbeda-beda suku, bangsa, dan berbeda dalam pandangan agama, tapi tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” ujar Jokowi.

Selanjutnya, dengan modal sosial itu Presiden Jokowi mengatakan sikap toleran, menghargai segala perbedaan, dan keyakinan adalah keharusan. Sikap ini, menurutnya bisa tumbuh, bila dikembangkan sikap saling menghormati dan belajar dari orang lain, “Sehingga mencapai sikap saling menghormati dalam perbedaan,” ujar Jokowi.

Sikap tertutup dan eksklusif, menurut Jokowi, tak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika, “Sikap tertutup menciptakan intoleransi yang merudak sendi-sendi keagamaan, dan menimbulkan penolakan serta pertentangan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan pimpinan keluarga besar LDII, untuk menyuarakan dan meningkatkan kehidupan sosial keagamaan kita,” imbuhnya.

Jokowi mengatakan pemerintah berkomitmen dan terus berupaya, serta mendorong moderasi beragama. Ia juga menyerukan sikap yang tidak toleran yang disertai dengan kekarasan fisik, harus dihilangkan dari Bumi Pertiwi, “Sikap beragama yang memecah belah persatuan tak ditoleransi,” ujarnya.

Senada dengan Jokowi, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, kebangsaan ditempatkan pada posisi pertama, “Dengan semangat kebangsaan itu, LDII melaksanakan moderasi beragama, berdakwah dengan sejuk. Serta berkomitmen menegakkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Chriswanto.

Moderasi beragama bagi LDII sangat penting, “Moderasi beragama adalah pangkal dari modal sosial membangun bangsa. Agar kebhinnekaan yang ada dalam rakyat Indonesia menjadi pperekat untuk menjalankan program pembangunan,” ujar Chriswanto saat ditemui usai seremoni pembukaan Munas IX LDII.

Sikapi Pandemi dengan Inovasi

Dalam pidato pembukaan, Chriswanto menegaskan empati dan dukungannya terhadap pemerintah. “LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan dan perekonomian,” ujarnya.

Menurut Chriswanto, jumlah penduduk yang meninggal karena covid-19 juga cukup membuat kita sedih, yaitu di kisaran 40 ribuan, “LDII sangat merasakan dan sangat berempati terhadap masalah ini,” lanjut Chriswanto.

LDII, lanjut Chriswanto, mengajak seluruh elemen bangsa bekerja keras, cerdas, kreatif, dan out of the box agar target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024, kembali pada jalur semula.

Sejalan dengan konteks tersebut, Chriswanto mengatakan Munas IX LDII mengambil tema “Pengutan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. Dengan merevitalisasi dan menajamkan delapan program kerja yang ditetapkan dalam Rakernas LDII 2018.

Program kerja pertama berupa Kebangsaan, yang bertujuan membangun nasionalisme agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat lebih terjaga, “Termasuk mencintai produk bangsa sendiri. Sebagai Lembaga Dakwah Islam, LDII selama ini telah menempatkan program kebangsaan sebagai program utama, karena bagaimanapun juga persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa,” ujarnya.

Kedua Keagamaan, yaitu program yang bertujuan meningkatkan nilai religiusitas bagi ummat Islam, termasuk didalam membangun toleransi beragama. Ketiga, Pendidikan, yaitu program yang mendorong agar pendidikan karakter, khususnya karakter professional religius, dapat dijadikan sebagai lifelong education, atau pendidikan sepanjang hayat.

Keempat Ekonomi, yaitu program yang mendorong ekonomi syariah, termasuk percepatan pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi di era pandemik ini. Kelima pangan dan lingkungan hidup, yaitu program yang bertujuan untuk membangun kemandirian pangan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Keenam kesehatan, yaitu suatu program yang bertujuan mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal secara meluas terlebih pada kondisi kedarutan kesehatan. Ketujuh Teknologi Digital, yaitu suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang pembangunan.

Dan kedelepan Energi Baru Terbarukan, yaitu suatu program untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fossil, termasuk untuk mengurangi emisi karbon guna mengurangi efek rumah kaca.

“Ke delapan delapan program tersebut di atas bukannya baru perencanaan, akan tetapi LDII telah berbuat dengan membuat beberapa pilot project di beberapa daerah sesuai kondisi keunggulan daerah tersebut,” tutup Chriswanto.

Munas IX LDII dihadiri 3.750 secara daring dan luring, kabupaten kota di seluruh Indonesia. Mereka mengikuti dari 457 studio mini, sementara para ulama, DPW LDII dari 33 provinsi, dan undangan lainnya yang hadir di lokasi mencapai 200 orang. Mereka diwajibkan swab antigen dan menjaga protokol kesehatan.

“Perwakilan DPW LDII Nusa Tenggara Timur tidak bisa hadir karena bencana badai, yang mengakibatkan penerbangan sulit di wilayah tersebut,” ujar Ketua Panitia Munas IX LDII Rully Kuswahyudi.

DPP LINES