Ngadmin

Peringati Hari Buruh, Ketua DPD LDII Sigi Tekankan Pentingnya Karakter “Bener, Kurup, Janji”

​SIGI ( 1/5/2026 ) – Momen Hari Buruh Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen produktif di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Sigi. Menanggapi dinamika dunia kerja saat ini, Ketua DPD LDII Kabupaten Sigi Nurul Arifin Saleh Saputra memberikan pesan mendalam mengenai penguatan etos kerja berbasis moralitas.

​Dalam keterangannya kepada tim Lines pada jumat ( 1/5/2026 ), Nurul Arifin mengingatkan kembali tentang pentingnya implementasi 29 Karakter Luhur, khususnya tiga poin krusial yang menjadi fondasi profesionalisme seorang muslim: Bener, Kurup, dan Janji.

​Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan di masa depan tidak hanya soal keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga integritas perilaku di lapangan.

​”Buruh dan pekerja adalah penggerak roda ekonomi. Namun, keberhasilan ekonomi akan semu jika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat. Di LDII, kami menekankan sifat Bener, Kurup, dan Janji sebagai standar minimal dalam bekerja,” ujarnya.

​Berikut adalah penjabaran ketiga karakter tersebut dalam konteks dunia kerja:

1. Bener : Seorang pekerja harus senantiasa bertindak jujur dan mengikuti aturan yang berlaku. Tidak melakukan manipulasi, korupsi waktu, maupun kecurangan dalam proses produksi. Sifat “Bener” memastikan bahwa hasil kerja yang diperoleh bersifat berkah dan tidak merugikan pihak lain.

2. Kurup (Sesuai/Tepat): Karakter ini menekankan pada profesionalisme. Pekerja harus mampu menempatkan diri sesuai dengan porsinya, bekerja secara efisien, dan memberikan performa yang sebanding dengan amanah yang diberikan. “Kurup” juga berarti menghargai waktu dan sumber daya yang ada secara proporsional.

3. Janji (Menepati Janji): Komitmen adalah kunci dalam hubungan industrial. Menepati janji mencakup penyelesaian tugas tepat waktu (deadline), mematuhi kontrak kerja, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan.
​Dia juga menambahkan bahwa jika setiap buruh dan pengusaha menerapkan prinsip ini, maka konflik industrial dapat diminimalisir. Hubungan antara atasan dan bawahan tidak lagi dipandang sebagai hubungan transaksional semata, melainkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dan bermartabat.

​Melalui momentum Hari Buruh ini, Nurul Arifin berharap para pekerja lokal dapat terus meningkatkan daya saing mereka melalui peningkatan kualitas ibadah dan etika kerja.

​”Selamat Hari Buruh. Mari kita jadikan profesi kita sebagai ladang pahala dengan bekerja secara Bener, Kurup, dan selalu menetapi Janji,” pungkasnya.

​Dengan penguatan karakter luhur ini, diharapkan Kabupaten Sigi dapat melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara materi, tetapi juga memiliki integritas tinggi demi kemajuan daerah.

Menghadapi “Tsunami Digital”: Mengapa Pembinaan Generus Menjadi Kunci di Era Modern ?

Palu (1/4/2026 ) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan dalam mendidik anak kini memasuki fase yang sangat krusial. Data terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) per April 2026 menjadi pengingat pahit bagi kita semua: tercatat ada sekitar 80 ribu anak usia SD (8-10 tahun) yang sudah terpapar judi online, serta 5 juta anak yang terpapar konten pornografi.
​Akses internet yang melonjak tajam pasca-pandemi, jika tidak disertai pengawasan ketat, telah berubah menjadi “Tsunami Digital” yang mengancam moralitas dan masa depan generasi muda.

​Menanggapi fenomena ini, urgensi pembinaan karakter sejak dini menjadi harga mati. Hal ini sejalan dengan program LDII terkait pembinaan generus. Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Zulkifli Lasamai, seusai pengajian rutin di tingkat PAC pada jumat (1/5/2026) mengatakan bahwa pembinaan generasi muda (generus) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di era digital ini.

​”Di era saat ini, pembinaan generus sangatlah penting. Kita tidak hanya membekali mereka dengan kecerdasan intelektual, tetapi yang utama adalah kecerdasan spiritual dan karakter yang kuat agar mereka mampu memfilter pengaruh negatif dari kemajuan teknologi ” tegasnya.

Dia juga mengatakan bahwa ​Untuk membentengi anak-anak dari ancaman judi online dan pornografi, diperlukan sinergi antara peran orang tua dan lingkungan pembinaan.
Dalam kesempatan tersebut juga dia memberikan beberapa langkah nyata yang bisa diambil untuk membentengi para generus diantaranya :

1. ​Edukasi Sejak Dini
Memberikan pemahaman yang jelas dan jujur mengenai bahaya judi dan dampak buruk pornografi terhadap kesehatan mental dan otak anak.

2. ​Pendampingan Aktif
Jangan membiarkan anak “berselancar” sendirian di dunia maya tanpa pengawasan. Pastikan orang tua hadir sebagai teman diskusi yang terbuka.

3. ​Aktivasi Fitur Filter
Menggunakan fitur parental control pada setiap gadget yang digunakan anak sebagai lapis pertahanan teknis.

4. ​Pembinaan Karakter (Generus)
Memasukkan anak ke dalam lingkungan positif yang fokus pada pembinaan akhlakul karimah, kemandirian, dan kepahaman agama yang kuat.

​Tsunami digital tidak bisa kita hentikan, namun kita bisa membangun “tanggul” yang kokoh melalui pembinaan generus yang intensif. Dengan kolaborasi antara pengawasan orang tua di rumah dan pembinaan karakter di lingkungan sosial/agama, kita dapat memastikan generasi masa depan tetap tumbuh sehat, jujur, dan berakhlak mulia di tengah gempuran teknologi.

LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik, Kemendes Siapkan Peta Jalan Pengembangan Desa


Jakarta, 28 April
— Pasca Musyawarah Nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) langsung mengambil langkah konkret dalam mendukung pembangunan desa.

Dalam audiensi bersama Yandri Susanto di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, LDII mengajukan delapan desa binaan tematik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Menteri Desa saat menghadiri kegiatan silaturahmi Syawal di Banten beberapa waktu lalu. “Kami menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyiapkan delapan desa binaan tematik yang siap dikembangkan,” ujarnya.

Delapan desa yang diusulkan tersebar di sejumlah pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi. LDII, menurut Dody, telah melakukan koordinasi intensif dengan pengurus daerah serta pemerintah desa untuk memetakan potensi unggulan sekaligus menyiapkan sumber daya penggerak di masing-masing wilayah.

Ia menegaskan kesiapan organisasinya untuk segera menjalankan program pembinaan ketika kepercayaan diberikan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Desa Yandri Susanto memberikan apresiasi dan menilai LDII sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa.

Ia menekankan pentingnya penyusunan peta jalan bersama guna memastikan pengelolaan desa binaan berjalan terarah dan berkelanjutan. “LDII kami dorong untuk menyusun roadmap yang nantinya akan dikelola bersama Kemendes,” ujarnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya antara pemerintah dan LDII, dengan fokus pada peningkatan kemandirian desa. Yandri menilai LDII telah menunjukkan komitmen nyata melalui berbagai program di lapangan, termasuk dalam penguatan ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut turut disoroti tantangan besar yang masih dihadapi desa-desa di Indonesia, khususnya terkait akses teknologi komunikasi. Kementerian Desa mencatat masih ada sekitar 3.000 desa yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi (blank spot), yang dinilai menjadi hambatan serius dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Kolaborasi antara LDII dan pemerintah diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mendorong desa-desa di Indonesia menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di masa depan.***

Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan

Jakarta (28/4). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebutkan, bahwa 30 persen kemiskinan yang di Indonesia termasuk berada di sektor pangan. Zulhas mengatakan, untuk membantu mempercepat pengentasan kemiskinan pada sektor itu perlu dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak termasuk ormas LDII.

Hal tersebut ia sampaikan saat menerima lawatan DPP LDII di Gedung Kemenko Pangan di Graha Mandiri Jakarta, Selasa (28/4). “Dukungan dan kerjasama dengan berbagai ormas-ormas, terutama LDII, harapannya dapat mempercepat dan mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menanggapi, pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan Kemenko Bidang Pangan yang memang sejalan dengan program LDII yang terimplementasi dalam 8 pengabdian LDII untuk bangsa, yaitu dalam bidang ketahanan pangan dan lingkungan.

“Kunjungan kami hari ini memperbarui kerja sama LDII dengan Menko Bidang Pangan dan Lingkungan Hidup yang sudah ada sebelumnya,” ungkapnya.

Dody menambahkan, LDII telah melakukan kemandirian pangan dimulai dari pondok pesantren dengan memanfaatkan sorgum, sebagai salah satu bahan pangan di pondok pesantren-pondok pesantren naungan LDII.

Dalam pertemuan tersebut, Dody juga menyampaikan hasil pelaksanaan Munas X LDII 2026 dan memperkenalkan kepengurusan LDII yang baru, dengan wajah fresh look. Hal itu juga diungkapkannya pada momen Silaturrahim Syawal DPW LDII Banten beberapa waktu lalu. “Visi dan misi kepengurusan baru ini bergerak lebih cepat, lincah, trengginas, agile dalam menyikapi dinamika geopolitik global yang dinamis,” ujarnya.

Karena itu Dody dan pengurus yang mendampingi berupaya audiensi kembali kepada para stakeholder, pemerintah, tokoh ormas, maupun tokoh agama yang sebelumnya sudah terjalin. “Langkah awal pada minggu pertama setelah diamanahi itu adalah menyambung silaturrahim kembali,” ujarnya.

Saat itu hadir mendampingi Dody Taufiq Wijaya, Bendahara Umum Richan Mudzakar, Koordinator Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Manusia Ivan Hartawan, Koordinator Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Dwi Pramono, Koordinator Bidang LISDAL Dicky Budiman dan Ketua DPD LDII Kota Solo.M Zain.

Hari Pertama TKA di SDIT Bina Anak Bangsa Palu: Berjalan Sukses, Tertib, dan Penuh Konsentrasi

PALU – SDIT Bina Anak Bangsa yang merupakan binaan LDII Kota Palu resmi memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada hari Rabu (22/04/2026). Di hari perdana ini, seluruh rangkaian ujian dilaporkan berjalan dengan sangat sukses, aman, dan terkendali tanpa kendala teknis yang berarti.

​Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah sudah menunjukkan ritme yang teratur. Para siswa datang tepat waktu dengan atribut lengkap, siap menghadapi instrumen ujian. Ketertiban ini menjadi kunci utama kelancaran transisi dari jam kedatangan hingga siswa memasuki ruang ujian masing-masing.

​Pelaksanaan hari pertama ini mengujikan mata pelajaran matematika, numerasi dan survei karakter. TKA tersebut di ikuti oleh 40 siswa dan siswi kelas 6 yang terbagi dalam 2 sesi. Di dalam ruangan, suasana tampak sangat kondusif. Para pengawas melaporkan bahwa siswa menunjukkan integritas yang tinggi dalam mengerjakan soal-soal objektif maupun uraian.

​Kepala SDIT Bina Anak Bangsa Adhi Suryanto menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran hari pembuka ini. Beliau mengapresiasi kerja keras panitia serta kesiapan mental para siswa.
​”Alhamdulillah, hari pertama TKA berjalan sangat tertib. Ini adalah hasil sinergi antara guru yang mempersiapkan administrasi dan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. Kami berharap suasana positif ini terjaga hingga hari terakhir nanti” Ujarnya.

​Secara umum, tidak ditemukan hambatan berarti. Koordinasi antar guru pengawas dan panitia inti berjalan sangat cepat melalui sistem komunikasi internal sekolah, sehingga setiap kebutuhan siswa di dalam ruang ujian dapat terpenuhi dengan baik.
​dia juga mengatakan bahwa melalui kegiatan TKA ini harapannya menjadi momen evaluasi bagi sekolah terutama dalam hal literasi dan numerasi, sejauh mana kemampuan para murid dalam 2 hal tersebut. Apapun hasilnya tentu pihak sekolah akan selalu melakukan evaluasi evaluasi untuk bisa menghasilkan lulusan lulusan yang berkwalitas dan berkarakter luhur.