Ngadmin

Kades Sidondo IV Apresiasi konsistensi Warga LDII Dalam Beribadah Kurban

Sigi – Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Desa Sidondo IV, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menyembelih dan membagikan daging 7 ekor sapi kurban kepada masyarakat sekitar di wilayah Desa Sidondo IV pada momen Hari Raya Idul Adha tahun ini. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan mempererat kepedulian sosial tersebut diawali dengan penyerahan daging kurban secara simbolis oleh Kepala Desa Sidondo IV Mufti Lakawa, serta di saksikan oleh Babinsa Koptu Mustafa dan Bhabinkamtibmas Aipda Bhaharudin. yang kemudian daging-daging tersebut didistribusikan langsung secara door-to-door ke rumah warga oleh panitia.

 

Mufti Lakawa menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif serta konsistensi warga LDII di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu mempererat tali silaturahmi sekaligus membantu warga sekitar sehingga bisa merasakan suka cita idul adha.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada PAC LDII Sidondo IV yang setiap tahunnya konsisten berbagi. Kehadiran 7 ekor sapi kurban ini adalah bukti nyata kepedulian sesama umat. Semoga kerja sama yang baik antara LDII dan pemerintah desa ini terus terjaga,” ujarnya.

 

Ketua PAC LDII Sidondo IV, Achid menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban yang disembelih telah dipastikan melalui pemeriksaan kesehatan agar aman dan layak konsumsi. Langkah pembagian langsung ke rumah-rumah warga diambil untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat sekitar, khususnya yang membutuhkan, mendapatkan haknya dengan tertib tanpa harus mengantre panjang.

 

“Alhamdulillah, tahun ini semangat berkurban warga LDII Sidondo IV tetap tinggi dengan terkumpulnya 7 ekor sapi. Fokus utama kami adalah memastikan daging kurban ini sampai ke tangan masyarakat sekitar yang berhak, tanpa memandang latar belakang,”ungkapnya.

 

Melalui momentum Idul Adha tersebut, PAC LDII Sidondo IV berharap dapat terus berkontribusi positif dalam bidang sosial keagamaan serta terus berdampingan secara harmonis dengan seluruh elemen masyarakat di Desa Sidondo IV.

Wujud Kepedulian Sosial, Warga LDII Sulawesi Tengah Tebar Ratusan Hewan Kurban

PALU – Menyongsong perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H tahun 2026, DPW LDII Provinsi Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam berbagi sesama. Pada tahun ini, warga LDII di seluruh penjuru Sulawesi Tengah berhasil menghimpun dan menyembelih hewan kurban sebanyak 371 ekor sapi dan 41 ekor kambing.

​Aksi religius sekaligus sosial ini menjadi bukti nyata konsistensi warga LDII dalam meningkatkan kesalehan sosial serta mempererat tali silaturahim antarwarga, baik sesama muslim maupun masyarakat luas di Bumi Tadulako.

​Jumlah hewan kurban tahun ini menunjukkan tren yang terus meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai catatan:
​Pada tahun 2024, LDII Sulteng menyembelih 373 ekor hewan kurban (352 sapi, 21 kambing).
​Pada tahun 2025, jumlahnya naik menjadi 397 ekor (357 sapi, 40 kambing).
​Tahun ini, total hewan kurban melonjak signifikan mencapai 413 ekor (372 sapi dan 41 kambing).
​Peningkatan ini mencerminkan tingkat ketakwaan, kesadaran berkurban, serta pemulihan ekonomi warga LDII Sulteng yang semakin membaik.

​Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah, Zulkifli Lasami menyampaikan, bahwa ratusan ekor hewan kurban ini didistribusikan kepada masyarakat di sekitar masjid-masjid LDII yang tersebar di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

​”Ibadah kurban ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum penting untuk mengetuk kepedulian sosial kita. Kami ingin memastikan warga yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan yang sama di hari yang suci ini,” ujarnya.

Tidak hanya bernilai ibadah, geliat kurban yang dimotori oleh LDII Sulteng ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi peternak lokal. Dengan serapan ratusan ekor sapi dan kambing, perputaran uang dalam proses pengadaan hewan kurban ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah, yang secara langsung mengalir dan menggerakkan perekonomian para peternak di wilayah Sulawesi Tengah.

​Melalui momentum Idul Adha ini, LDII Sulawesi Tengah berharap semangat berkurban dapat terus tertanam di hati masyarakat demi terwujudnya tatanan sosial yang harmonis, toleran, dan penuh keberkahan.

Penuh Haru, SDIT Bina Anak Bangsa Gelar Lepas Kenang Siswa Kelas 6 Angkatan 5

Palu – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti gedung kesenian Taiganja desa Kalukubula, kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi saat SDIT Bina Anak Bangsa sukses menggelar acara Lepas Kenang bagi siswa-siswi kelas 6 Angkatan 5. Acara yang mengusung tema berkarakter luhur, prestasi unggul ini menandai berakhirnya masa bakti belajar para siswa selama enam tahun di jenjang sekolah dasar.

​Acara yang penuh khidmat tersebut berlangsung pada rabu (20/5/2026) dihadiri oleh ketua yayasan Citra buana mandiri Imam sutarto beserta jajarannya, Kordinator Wilayah 3 Palu selatan – Tatanga Wariman, pengawas gugus 10 Andi Tasriah, kepala sekolah TK,SMP dan SMA Bina Anak Bangsa, dewan guru, seluruh wali murid kelas 6, serta tamu undangan lainnya.

​Acara tersebut di mulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh ananda Zafran Salah satu siswa SDIT Bina Anak bangsa.

​Dalam sambutannya, Adhi Suryanto Kepala Sekolah SDIT Bina Anak Bangsa menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian yang diraih oleh Angkatan 5. Beliau berpesan agar nilai-nilai islami, kedisiplinan, dan karakter mulia yang telah ditanamkan selama di sekolah dapat terus dijaga dan diaplikasikan di jenjang pendidikan berikutnya.

​”Enam tahun lalu, Bapak dan Ibu menitipkan putra-putrinya di sini. Hari ini, dengan rasa bangga dan haru, kami kembalikan mereka sebagai pribadi yang insyaAllah lebih siap, berkarakter, dan berprestasi untuk menyongsong masa depan,” .

Dia juga menyampaikan pesan kepada para siswa di manapun akan melanjutkan pendidikannya agar senantiasa selalu menjaga sholat 5 waktu, menghormati orang tua serta menjaga budi pekerti.

“​Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal perjuangan yang sesungguhnya. Pesan saya untuk Angkatan ke-5, di mana pun kalian melanjutkan sekolah nanti, tetaplah jaga sholat, hormati orang tua, dan jagalah nama baik sekolah. Dengan iman, ilmu, dan akhlak, kalian akan mampu menghadapi masa depan. Selamat berjuang, teruslah bersinar dan buatlah orang tua serta guru kalian bangga. ” pungkasnya.

Sementara itu ketua Yayasan Citra Buana Mandiri Imam Sutarto menyampaikan rasa syukur dan bangganya kepada para siswa siswi angkatan 5 yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya selama 6 tahun di SDIT Bina anak bangsa, serta dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang sudah mempercayakan anaknya untuk di didik di sekolah naungan Yayasan Citra Buana Mandiri.

​”Hari ini kita menyaksikan anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, cerdas, dan berakhlak mulia. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para orang tua atas sinergi dan kepercayaan yang diberikan kepada SDIT Bina Anak Bangsa selama enam tahun ini” Ungkapnya.

Koordinator Wilayah (Korwil) 3 Palu Selatan Tatanga, Wariman dalam arahannya turut memuji performa para pendidik dengan menyatakan bahwa kunci keberhasilan dalam meluluskan angkatan ke 5 ini adalah guru yang selalu kompak dan memiliki etos kerja, serta jiwa muda yang penuh dengan energi.

​”Saya sangat mengapresiasi dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh tenaga pendidik di SDIT Bina Anak Bangsa. Kunci keberhasilan meluluskan Angkatan ke-5 ini ada pada para gurunya yang selalu kompak dan memiliki etos kerja berjiwa muda—penuh energi, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

​Semangat kebersamaan yang solid seperti inilah yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Teruslah mempertahankan kekompakan ini, karena di tangan guru-guru yang berjiwa muda dan visioner inilah masa depan generasi bangsa yang berkarakter dibentuk.” Katanya.

Kegiatan tersebut terasa khidmat dan penuh berkah karena dirangkaikan dengan pemberian sertifikat penghargaan bagi siswa-siswi yang menorehkan prestasi gemilang di bidang Tahfidz Al-Qur’an. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang unggul secara spiritual.

​Kemeriahannya semakin terasa berkat penampilan seni dari para siswa siswi kelas 3,4 dan 5. Mulai dari penampilan jurus seni tunggal Ipsi, tari saman, tari wonderful Indonesia serta drama yang mengundang tepuk tangan meriah dari para orang tua dan undangan yang hadir.

Peringati Hari Buruh, Ketua DPD LDII Sigi Tekankan Pentingnya Karakter “Bener, Kurup, Janji”

​SIGI ( 1/5/2026 ) – Momen Hari Buruh Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen produktif di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Sigi. Menanggapi dinamika dunia kerja saat ini, Ketua DPD LDII Kabupaten Sigi Nurul Arifin Saleh Saputra memberikan pesan mendalam mengenai penguatan etos kerja berbasis moralitas.

​Dalam keterangannya kepada tim Lines pada jumat ( 1/5/2026 ), Nurul Arifin mengingatkan kembali tentang pentingnya implementasi 29 Karakter Luhur, khususnya tiga poin krusial yang menjadi fondasi profesionalisme seorang muslim: Bener, Kurup, dan Janji.

​Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan di masa depan tidak hanya soal keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga integritas perilaku di lapangan.

​”Buruh dan pekerja adalah penggerak roda ekonomi. Namun, keberhasilan ekonomi akan semu jika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat. Di LDII, kami menekankan sifat Bener, Kurup, dan Janji sebagai standar minimal dalam bekerja,” ujarnya.

​Berikut adalah penjabaran ketiga karakter tersebut dalam konteks dunia kerja:

1. Bener : Seorang pekerja harus senantiasa bertindak jujur dan mengikuti aturan yang berlaku. Tidak melakukan manipulasi, korupsi waktu, maupun kecurangan dalam proses produksi. Sifat “Bener” memastikan bahwa hasil kerja yang diperoleh bersifat berkah dan tidak merugikan pihak lain.

2. Kurup (Sesuai/Tepat): Karakter ini menekankan pada profesionalisme. Pekerja harus mampu menempatkan diri sesuai dengan porsinya, bekerja secara efisien, dan memberikan performa yang sebanding dengan amanah yang diberikan. “Kurup” juga berarti menghargai waktu dan sumber daya yang ada secara proporsional.

3. Janji (Menepati Janji): Komitmen adalah kunci dalam hubungan industrial. Menepati janji mencakup penyelesaian tugas tepat waktu (deadline), mematuhi kontrak kerja, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan.
​Dia juga menambahkan bahwa jika setiap buruh dan pengusaha menerapkan prinsip ini, maka konflik industrial dapat diminimalisir. Hubungan antara atasan dan bawahan tidak lagi dipandang sebagai hubungan transaksional semata, melainkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dan bermartabat.

​Melalui momentum Hari Buruh ini, Nurul Arifin berharap para pekerja lokal dapat terus meningkatkan daya saing mereka melalui peningkatan kualitas ibadah dan etika kerja.

​”Selamat Hari Buruh. Mari kita jadikan profesi kita sebagai ladang pahala dengan bekerja secara Bener, Kurup, dan selalu menetapi Janji,” pungkasnya.

​Dengan penguatan karakter luhur ini, diharapkan Kabupaten Sigi dapat melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara materi, tetapi juga memiliki integritas tinggi demi kemajuan daerah.

Menghadapi “Tsunami Digital”: Mengapa Pembinaan Generus Menjadi Kunci di Era Modern ?

Palu (1/4/2026 ) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan dalam mendidik anak kini memasuki fase yang sangat krusial. Data terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) per April 2026 menjadi pengingat pahit bagi kita semua: tercatat ada sekitar 80 ribu anak usia SD (8-10 tahun) yang sudah terpapar judi online, serta 5 juta anak yang terpapar konten pornografi.
​Akses internet yang melonjak tajam pasca-pandemi, jika tidak disertai pengawasan ketat, telah berubah menjadi “Tsunami Digital” yang mengancam moralitas dan masa depan generasi muda.

​Menanggapi fenomena ini, urgensi pembinaan karakter sejak dini menjadi harga mati. Hal ini sejalan dengan program LDII terkait pembinaan generus. Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Zulkifli Lasamai, seusai pengajian rutin di tingkat PAC pada jumat (1/5/2026) mengatakan bahwa pembinaan generasi muda (generus) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di era digital ini.

​”Di era saat ini, pembinaan generus sangatlah penting. Kita tidak hanya membekali mereka dengan kecerdasan intelektual, tetapi yang utama adalah kecerdasan spiritual dan karakter yang kuat agar mereka mampu memfilter pengaruh negatif dari kemajuan teknologi ” tegasnya.

Dia juga mengatakan bahwa ​Untuk membentengi anak-anak dari ancaman judi online dan pornografi, diperlukan sinergi antara peran orang tua dan lingkungan pembinaan.
Dalam kesempatan tersebut juga dia memberikan beberapa langkah nyata yang bisa diambil untuk membentengi para generus diantaranya :

1. ​Edukasi Sejak Dini
Memberikan pemahaman yang jelas dan jujur mengenai bahaya judi dan dampak buruk pornografi terhadap kesehatan mental dan otak anak.

2. ​Pendampingan Aktif
Jangan membiarkan anak “berselancar” sendirian di dunia maya tanpa pengawasan. Pastikan orang tua hadir sebagai teman diskusi yang terbuka.

3. ​Aktivasi Fitur Filter
Menggunakan fitur parental control pada setiap gadget yang digunakan anak sebagai lapis pertahanan teknis.

4. ​Pembinaan Karakter (Generus)
Memasukkan anak ke dalam lingkungan positif yang fokus pada pembinaan akhlakul karimah, kemandirian, dan kepahaman agama yang kuat.

​Tsunami digital tidak bisa kita hentikan, namun kita bisa membangun “tanggul” yang kokoh melalui pembinaan generus yang intensif. Dengan kolaborasi antara pengawasan orang tua di rumah dan pembinaan karakter di lingkungan sosial/agama, kita dapat memastikan generasi masa depan tetap tumbuh sehat, jujur, dan berakhlak mulia di tengah gempuran teknologi.