Ngadmin

LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik, Kemendes Siapkan Peta Jalan Pengembangan Desa


Jakarta, 28 April
— Pasca Musyawarah Nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) langsung mengambil langkah konkret dalam mendukung pembangunan desa.

Dalam audiensi bersama Yandri Susanto di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, LDII mengajukan delapan desa binaan tematik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Menteri Desa saat menghadiri kegiatan silaturahmi Syawal di Banten beberapa waktu lalu. “Kami menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyiapkan delapan desa binaan tematik yang siap dikembangkan,” ujarnya.

Delapan desa yang diusulkan tersebar di sejumlah pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi. LDII, menurut Dody, telah melakukan koordinasi intensif dengan pengurus daerah serta pemerintah desa untuk memetakan potensi unggulan sekaligus menyiapkan sumber daya penggerak di masing-masing wilayah.

Ia menegaskan kesiapan organisasinya untuk segera menjalankan program pembinaan ketika kepercayaan diberikan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Desa Yandri Susanto memberikan apresiasi dan menilai LDII sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa.

Ia menekankan pentingnya penyusunan peta jalan bersama guna memastikan pengelolaan desa binaan berjalan terarah dan berkelanjutan. “LDII kami dorong untuk menyusun roadmap yang nantinya akan dikelola bersama Kemendes,” ujarnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya antara pemerintah dan LDII, dengan fokus pada peningkatan kemandirian desa. Yandri menilai LDII telah menunjukkan komitmen nyata melalui berbagai program di lapangan, termasuk dalam penguatan ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut turut disoroti tantangan besar yang masih dihadapi desa-desa di Indonesia, khususnya terkait akses teknologi komunikasi. Kementerian Desa mencatat masih ada sekitar 3.000 desa yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi (blank spot), yang dinilai menjadi hambatan serius dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Kolaborasi antara LDII dan pemerintah diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mendorong desa-desa di Indonesia menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di masa depan.***

Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan

Jakarta (28/4). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebutkan, bahwa 30 persen kemiskinan yang di Indonesia termasuk berada di sektor pangan. Zulhas mengatakan, untuk membantu mempercepat pengentasan kemiskinan pada sektor itu perlu dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak termasuk ormas LDII.

Hal tersebut ia sampaikan saat menerima lawatan DPP LDII di Gedung Kemenko Pangan di Graha Mandiri Jakarta, Selasa (28/4). “Dukungan dan kerjasama dengan berbagai ormas-ormas, terutama LDII, harapannya dapat mempercepat dan mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menanggapi, pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan Kemenko Bidang Pangan yang memang sejalan dengan program LDII yang terimplementasi dalam 8 pengabdian LDII untuk bangsa, yaitu dalam bidang ketahanan pangan dan lingkungan.

“Kunjungan kami hari ini memperbarui kerja sama LDII dengan Menko Bidang Pangan dan Lingkungan Hidup yang sudah ada sebelumnya,” ungkapnya.

Dody menambahkan, LDII telah melakukan kemandirian pangan dimulai dari pondok pesantren dengan memanfaatkan sorgum, sebagai salah satu bahan pangan di pondok pesantren-pondok pesantren naungan LDII.

Dalam pertemuan tersebut, Dody juga menyampaikan hasil pelaksanaan Munas X LDII 2026 dan memperkenalkan kepengurusan LDII yang baru, dengan wajah fresh look. Hal itu juga diungkapkannya pada momen Silaturrahim Syawal DPW LDII Banten beberapa waktu lalu. “Visi dan misi kepengurusan baru ini bergerak lebih cepat, lincah, trengginas, agile dalam menyikapi dinamika geopolitik global yang dinamis,” ujarnya.

Karena itu Dody dan pengurus yang mendampingi berupaya audiensi kembali kepada para stakeholder, pemerintah, tokoh ormas, maupun tokoh agama yang sebelumnya sudah terjalin. “Langkah awal pada minggu pertama setelah diamanahi itu adalah menyambung silaturrahim kembali,” ujarnya.

Saat itu hadir mendampingi Dody Taufiq Wijaya, Bendahara Umum Richan Mudzakar, Koordinator Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Manusia Ivan Hartawan, Koordinator Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Dwi Pramono, Koordinator Bidang LISDAL Dicky Budiman dan Ketua DPD LDII Kota Solo.M Zain.

Hari Pertama TKA di SDIT Bina Anak Bangsa Palu: Berjalan Sukses, Tertib, dan Penuh Konsentrasi

PALU – SDIT Bina Anak Bangsa yang merupakan binaan LDII Kota Palu resmi memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada hari Rabu (22/04/2026). Di hari perdana ini, seluruh rangkaian ujian dilaporkan berjalan dengan sangat sukses, aman, dan terkendali tanpa kendala teknis yang berarti.

​Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah sudah menunjukkan ritme yang teratur. Para siswa datang tepat waktu dengan atribut lengkap, siap menghadapi instrumen ujian. Ketertiban ini menjadi kunci utama kelancaran transisi dari jam kedatangan hingga siswa memasuki ruang ujian masing-masing.

​Pelaksanaan hari pertama ini mengujikan mata pelajaran matematika, numerasi dan survei karakter. TKA tersebut di ikuti oleh 40 siswa dan siswi kelas 6 yang terbagi dalam 2 sesi. Di dalam ruangan, suasana tampak sangat kondusif. Para pengawas melaporkan bahwa siswa menunjukkan integritas yang tinggi dalam mengerjakan soal-soal objektif maupun uraian.

​Kepala SDIT Bina Anak Bangsa Adhi Suryanto menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran hari pembuka ini. Beliau mengapresiasi kerja keras panitia serta kesiapan mental para siswa.
​”Alhamdulillah, hari pertama TKA berjalan sangat tertib. Ini adalah hasil sinergi antara guru yang mempersiapkan administrasi dan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. Kami berharap suasana positif ini terjaga hingga hari terakhir nanti” Ujarnya.

​Secara umum, tidak ditemukan hambatan berarti. Koordinasi antar guru pengawas dan panitia inti berjalan sangat cepat melalui sistem komunikasi internal sekolah, sehingga setiap kebutuhan siswa di dalam ruang ujian dapat terpenuhi dengan baik.
​dia juga mengatakan bahwa melalui kegiatan TKA ini harapannya menjadi momen evaluasi bagi sekolah terutama dalam hal literasi dan numerasi, sejauh mana kemampuan para murid dalam 2 hal tersebut. Apapun hasilnya tentu pihak sekolah akan selalu melakukan evaluasi evaluasi untuk bisa menghasilkan lulusan lulusan yang berkwalitas dan berkarakter luhur.

Ratusan Ibu-ibu LDII Padati Masjid Shirotol Mustaqim Palu, Antusias Ikuti Kajian Ustadz Mohammad chabibi rohmatulloh

PALU – Suasana Masjid Shirotol Mustaqim yang beralamatkan di jalan Zebra, kelurahan Tatura selatan, Kecamatan Palu selatan, Kota Palu, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan kaum ibu  LDII memadati ruang utama hingga selasar masjid untuk mengikuti kajian agama spesial bersama mubalig LDII dari Kota Kediri, Ustadz H. Mohammad chabibi rohmatulloh
​Kehadiran sosok Ustadz Habibi yang merupakan guru di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Mansyurin Kediri ini menjadi daya tarik utama bagi para jamaah. Kajian yang dilaksanakan pada hari senin ( 20/04/2026 ) sudah di padati oleh peserta pengajian Sejak pukul 19.30 WITA, para peserta yang datang dari berbagai penjuru Kota Palu dan sekitarnya sudah mulai memenuhi shaf-shaf masjid dengan penuh antusias.

​Dalam tausiyahnya, Ustadz Chabibi rohmatullohh menekankan pentingnya peran seorang ibu sebagai Madrasatul Ula (sekolah pertama) bagi anak-anaknya. Di tengah tantangan zaman dan gempuran teknologi, peran ibu dianggap krusial dalam menjaga moralitas dan akidah keluarga.
​”Ibu adalah tiang rumah tangga. Jika ibunya paham agama dan memiliki kesabaran yang luas, maka akan lahir generasi-generasi yang unggul dan berakhlakul karimah,” ujar Ustadz Habibi.

Dia juga mengutip sebuah hadits,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih)

Dia menjelaskan bahwa syarat seorang wanita untuk masuk surga itu cukup mempraktikkan 4 hal tersebut diantaranya sholat 5 waktu dengan tertib, berpuasa di bulan Ramadhan, tidak selingkuh atau menduakan suaminya dan senantiasa selalu taat pada suaminya, maka dia dipersilahkan untuk masuk surga dari berbagai macam pintu yang telah di sediakan.

Diakhir kajiannya dia mengajak kepada para ibu ibu untuk senantiasa memperbanyak sedekah, karena hal tersebut dapat menyelamatkan diri dari panasnya api neraka, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang artinya
“Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya aku diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.” (HR. Bukhari).
” Ibu ibu sekalian marilah kita memperbanyak bersedah dijalan Allah, agar kita terselamatkan dari pedihnya siksaan api neraka, terlebih lagi Nabi dalam peristiwa isra’ mi’rajnya diperlihatkan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita ” Pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Zulkifli Lasamai menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar-jamaah sekaligus meningkatkan kualitas keilmuan para ibu.

​”Kami sangat bersyukur melihat antusiasme jamaah yang luar biasa. Meski masjid sangat padat, para ibu tetap tertib dan khusyuk menyimak materi. Ini menunjukkan semangat belajar yang tidak pernah luntur,” ungkapnya.

​Kajian ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi masyarakat Kota Palu. Diharapkan, setelah mengikuti kajian ini, para peserta dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Pascamunas X 2026, DPP LDII Beraudiensi dengan Kemendagri untuk Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan

Jakarta (16/4). DPP LDII beraudiensi dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, guna menyampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII. Pertemuan tersebut, mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Dirjen Polpum Kemendagri Akmal Malik mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan kepengurusan baru LDII pascamunas. Ia menilai, LDII memiliki kekuatan tidak hanya dalam dakwah secara lisan (bil qalam), tetapi juga dalam praktik nyata di masyarakat (bil hal). “Ini merupakan kehormatan bagi kami menerima kepengurusan LDII yang baru. Kami mengapresiasi konsep dakwah LDII, khususnya dakwah bil hal yang sangat kuat. Ini yang justru memiliki dampak besar di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti LDII, dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus pemerintah. Ia bahkan mengajak LDII untuk memulai proyek percontohan pengelolaan lahan, termasuk pengembangan komoditas seperti jagung, sorgum, dan padi.

Menurutnya, kerja sama tidak harus selalu dimulai dari nota kesepahaman formal. “Yang terpenting adalah niat baik dan aksi. Banyak MoU hanya berhenti di atas kertas. Kita ingin langsung bergerak,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pelatihan bagi generasi muda LDII melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi seperti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk memperkuat kapasitas di bidang pertanian modern.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengapresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kemendagri. Ia menilai, pendekatan yang dilakukan Dirjen Polpum bersifat konstruktif dan membina. “Program ketahanan pangan dan lingkungan memang menjadi bagian dari delapan program pengabdian LDII untuk bangsa, yang juga sejalan dengan program pemerintah,” ungkap Dody.

Ia menambahkan, berbagai program seperti urban farming, smart farming, dan *zero waste* yang telah diterapkan di sejumlah pesantren LDII akan terus dikembangkan. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemandirian pangan, tetapi juga membekali para santri dengan keterampilan hidup (*life skill*).

“Harapannya, para santri setelah kembali ke masyarakat dapat menerapkan ilmu tersebut dan memberikan manfaat nyata di lingkungannya. Dakwah bil hal harus terus berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput,” jelasnya.

Pertemuan tersebut, diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah dan LDII dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.