| Audiensi Pengurus DPW LDII Sulteng ke Kesbanglinmas |
PEMBUKAAN KOMPETISI FUTSAL U-14 LDII KOTA PALU
| Kompetisi Futsal DPD LDII Palu (Dok:LDII Sulteng) |
Dihadapan peserta kompetisi futsal U-14 LDII Kota Palu. Bapak Ir.H.Wimbo Hartono selaku Pembina DPD LDII Kota Palu menekankan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan kerukunan dan kekompakan diantara generasi muda LDII Kota Palu. Maka diharapkan agar para peserta bisa bermain dengan baik dan menjunjung sportivitas.
| Sambutan Pembina DPD LDII Kota Palu (dok:DPW LDII Sulteng) |
| Penyerahan Piala Bergilir ke Ketua Panitia (Dok:LDII Sulteng) |
Kompetisi yang dikemas oleh Remaja Masjid LDII Kota Palu ini dilaksanakan di lapangan yang terletak di halaman Masjid Miftahul Huda. Kompetisi yang sekaligus menjadi hiburan ini memakan waktu kurang lebih satu setengah bulan. Oleh karena padatnya agenda kegiatan bagi Generasi Muda LDII, maka pertandingannya hanya bisa dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu seusai sholat Ashar.
Mengukur (Kembali) Arah Kiblat
Dulu sekali, kiblat umat Islam adalah Masjidil Aqso di Palestina. Kemudian, dalam hati, Rasululullah SAW berkeinginan agar kiblatnya dipindahkan ke Baitullah, Ka’bah. Saat itu Rasul sering memandang langit sambil mengangankan keinginannya. Demikian berkali-kali hingga akhirnya dikabulkanlah pemindahan kiblat ke Masjidil Haram di Mekah. Hal ini ‘diabsahkan’ dengan turunnya Firman Alloh dalam Surat Al Baqarah ayat 142-144.
Masyarakat Islam kala itu, demi mendengar arah kiblat sudah berpindah, segera saja menyesuaikan diri kearah baru ini. Demikian juga umat Islam di kawasan sekitarnya.
Seiring bertambahnya waktu, Islam pun menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Arah kita agar tepat menghadap Baitul Haram saat itu hingga beratus-ratus tahun kemudian adalah : ke barat dan sedikit serong ke kanan. Ketika kita mulai mengikuti sholat di masjidpun hampir tidak pernah ada yang mempertanyakan hal ini, benar atau tidak, dan tepat atau kurang sedikit. Meskipun demikian, dengan sistem dan peralatan navigasi yang sangat terbatas, ternyata pendahulu kita sudah sangat baik menetapkan kemana arah kiblat yang semestinya. Sungguh suatu pengetahuan dan pemahaman yang menakjubkan. Mari kita buktikan.
Pendahulu kita tampaknya lebih banyak memanfaatkan ilmu astronomi dan semuanya dihitung manual. Sekarang, kita dapat mengukur arah kiblat itu hampir tanpa bekal ilmu itu sedikitpun. Bagaimana bisa? Jawabannya ada di Google Earth. Dengan bantuannya kita bisa mengetahui arah kiblat (dan arah apapun) dengan tepat dan nyaris tanpa kesulitan.
Contoh pertama, dari atas Masjid Agung Darussalam di Palu kita tarik garis lurus ke Baitullah. Di layar, Ruler Google Earth akan menunjukkan derajat (degrees)nya sebesar 291,85. Itu berarti, dari arah barat lurus kita harus serong kanan sebesar 21,85 derajat.
![]() |
| Ilustrasi Mengukur Arah Kiblat |
- Poso : 291,85
- Tolitoli : 291,52
- Ampana : 291,75
- Luwuk : 291,64
- Morowali : 291,90
- Banggai Kepulauan : 291,68
Informasi yang disajikan di atas hanya perhitungan menggunakan teknologi googleearth dan bisa saja subyektif tergantung ketelitian operatornya. Insya Allah, data yang lebih sahih dapat diperoleh di kantor kementerian agama terdekat. Wallahu a’lam bisshawab. (ay)
Antara Sekolah dan Mengaji
“Aih, habis maghrib ngaji, habis isya ngaji, besoknya ngaji lagi. Bagaimana mau belajar ini, Padahal besok saya ada ujian.”
“Mbak, ngajinya pulang cepat, ya. Saya capek, tadi pulang sekolah jam 4 sore.”
“Uh, banyak sekali PR di sekolah tadi. Kapan mau dikerjakan ini, nanti malam ada ngaji juga.”
| Membaca Al-Qur’an – Pengajian Caberawit (dok:LDII Sulteng) |
| Semangat Mengaji Caberawit (dok:LDII Sulteng) |
A + B + C + D :
A : Alat-Ilmu, B : Berusaha, C : Cita-cita, D : Do’a
Belum percaya ? Buktikanlah sendiri. Sehingga kita tidak lagi menjadikan kegiatan mengaji dan sekolah sebagai versus, sebagai lawan, bidang hitam putih yang saling bertolak belakang, melainkan sebagai paduan warna bagai goresan pelangi yang indah.(nifa)
PERESMIAN MASJID BAITUL AKBAR
| Penyambutan Wakil Walikota Palu oleh Pengurus LDII Kota Palu (Dok.LDII Sulteng) |
Dengan adanya peresmian Masjid Baitul Akbar ini (diharapkan) dapat membantu membangun jiwa masyarakat Kota Palu karena memang masih dibutuhkan tempat ibadah untuk menyeimbangkan antara jumlah penduduk dengan tempat peribadatan. Beliau juga sangat mengapresiasi warga LDII yang memiliki antusiasme tinggi dalam mewujudkan pembangunan masjid.
| Sambutan Wakil Walikota Palu (Dok.LDII Sulteng) |
Masjid yang dibangun dari swadaya warga LDII ini menelan biaya 3,7 milyar. Pembangunan masjid yang dimulai tahun 2005 ini diharapkan dapat segera terselesaikan sebelum memasuki bulan ramadhan tahun ini.
Selain meresmikan penggunaan masjid, beliau juga menyerahkan surat keputusan kepengurusan untuk PAC (Pimpinan Anak Cabang) LDII Kelurahan Talise dan PC (Pimpinan Cabang) LDII Kecamatan Mantikulore. Harapan beliau agar pengurus yang telah menerima SK dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga dapat memaksimalkan dakwah yang dilakukan LDII pada masing-masing wilayah sehingga tercipta masyarakat yang sadar akan nilai-nilai agama yang saat ini mulai tergerus karena kecanggihan teknologi dan perubahan zaman.(zul)
