Ngadmin

Budiman Sudjatmiko : Tingkatkan Penggunaan Ekonomi Digital untuk Pelayanan Publik

Jakarta (9/11) – Dalam usaha mempercepat pembangunan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berbasis digital, terdapat tiga hal yang harus dilaksanakan. Pertama, pembuatan fasilitas pengembangan desa berbasis teknologi informasi. Kedua, memiliki karakter yang efisien (cheap), dan ketiga hasil pelayanan yang lebih baik (better).

Berbicara tentang desa, berarti berbicara  tentang 160 juta warga desa dari 74.754  desa yang ada di Indonesia. Sekitar 80 persen teritori Indonesia dapat dikembangkan melalui politik, ekonomi, sosial, budaya dan bidang-bidang lain melalui pengembangan desa. Sejak 2014, warga desa memakan kelola anggaran yang begitu banyak, sesuai Undang-Undang tentang Desa Pasal 72 ayat 2 yang mengatur keuangan desa. Harapannya, pada 2019 tercapai hal-hal strategis yang bermula dari desa.

Budiman Sudjatmiko : Tingkatkan Penggunaan Ekonomi Digital untuk Pelayanan PublikTerkait Undang-Undang Desa, anggota DPR Komisi II dari Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengatakan ada uang mati dan uang hidup. Uang mati untuk membangun jalan atau infrastruktur desa. Sedangkan uang hidup dapat digunakan untuk mendukung terciptanya generasi berkualitas profesional religius. ” Pembagiannya tergantung dari musyawarah desa,” papar Budiman.

Lebih lanjut Budiman menambahkan, jika sebagian dana digunakan untuk memodali desa, maka dana itu layak dipakai. Seperti contoh, membiayai anak desa yang tidak mampu sekolah, sejak dini hingga jenjang yang tinggi. Akan lebih baik lagi jika setelah lulus anak tersebut kembali ke desanya untuk membantu membangun dan mengembangkan desa.

Desa Berbasis Digital

Budiman memberi contoh, desa-desa  terkini sudah mampu membangun e-commerce sendiri seperti pengembangan T-Money desa di Banyumas. LDII yang memiliki pikub.co.id, harap Budiman, bisa bekerjasama dengan desa-desa semacam itu. Bentuknya bisa berupa kerjasama bilateral antara desa dengan perguruan tinggi serta organisasi masyarakat. “Desa membutuhkan kontribusi LDII membangun bumdes berbasis digital,” kata Budiman.

Ia menambahkan, menurut penelitian Bank Indonesia, jika badan-badan usaha milik Indonesia terdigitalisasi, minimal akan membangun pertumbuhan ekonomi sebanyak 2%. “Meski di tengah perlambatan ekonomi, kita bisa membangun pertumbuhan sebanyak 7%,” kata Budiman.

Seperti diketahui, dana desa setiap tahun berkembang. Pada 2018 mendatang, desa akan mendapat dana sebesar Rp2,3 miliar. “Alokasi dana sebanyak itu, pemanfaatannya dikembalikan lagi pada pengelola desa,” kata Budiman.

Buka Munas LDII ke-VIII, Menag Apresiasi Gerakan Menghormati Guru

Jakarta (8/11) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi Musyawarah Nasional VIII LDII, yang digelar pada 8-10 November 2016. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi LDII yang mengangkat gerakan menghormati guru sebagai salah satu tema munas.

“Saya mengapresiasi sekali apa yang dilakukan LDII. Karena memperkokoh pilar bangsa. Menghormati guru pada hakekatnya adalah upaya peningkatan kualitas SDM. Juga ekonomi syariah, dan semuanya itu dikemas dengan pendayagunaan teknologi digital,” ujar Lukman Hakim.

Lukman Hakim pada perhelatan ini menitipkan pesan agar dapat menghindari efek negatif digitalisasi. “Saya menitipkan satu hal, di era digital ini. Semua proses komunikasi tidak bisa terhindarkan dari digitalisasi. Munas ini sangat relevan bagaimana kita bisa menyikapi perkembangan dunia dengan penuh kearifan,” lanjut Lukman Hakim di tengah 1.500 peserta Munas LDII.

Lukman Hakim juga sangat mewanti-wanti jangan sampai kondisi kekinian mengubah nilai kebajikan menggantikan guru dengan media sosial seperti facebook dan twitter. “Keberadaan guru dan orang tua luar biasa dalam mentransformasikan nilai-nilai kebajikan. Sedangkan saat ini yang mentransformasikan nilai-nilai landasan mereka adalah facebook, twitter dan semua sosial media yang ada,” ujar Lukman Hakim.

Pada akhirnya, Lukman mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi digital saat ini. “Masyarakat tidak lagi menjadikan ulama dan kyai sebagai rujukan.  Generasi muda menganut Majelis Al-Facebookiyah dan Kanjeng Google. Kita tidak punya cukup waktu lagi untuk sekedar bertanya ataukah yang mem-posting memiliki maksud tertentu dalam mengirimkan pesan tersebut,” ujar Lukman Hakim.

Dalam perhelatan ini, Lukman Hakim menutup sambutannya dengan membuka secara resmi pelaksanaan Munas ke-8 LDII yang berlokasi di Balai Kartini pada Selasa hingga Kamis (8-10/11). Lukman juga ikut menandatangani kesepakatan mendukung Gerakan Menghormati Guru yang digelar di lokasi munas.

pembukaan munas oleh lukman hakim“Selaku Menteri Agama saya sangat bersyukur bahwa tema-tema yang diangkat dalam Munas amat relevan. Menghasilkan rumusan-rumusan strategis yang memberkan sumbangsih yang luar biasa meningkatkan peradaban kita bersama,” kata Lukman Hakim.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Abdulah Syam menyampaikan bahwa Munas dengan tema “Keniscayaan peningkatan kualitas SDM, kemampuan pendayagunaan teknologi digital dan pengembangan ekonomi syariah untuk pembangunan Indonesia berkelanjutan” memiliki beberapa agenda.

“Munas ini digelar untuk mengevaluasi kemajuan yang telah diperoleh LDII dan mengolah isu strategis yang sedang dihadapi umat Islam saat ini. Selain itu dalam Munas ini akan dilaksanakan pula pemilihan Ketua Umum yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk meraih sasaran-sasaran dari LDII selama periode selanjutnya,” ungkap Abdullah Syam.

Munas kali ini mengupas tiga karya LDII sebagai representasi dari karya lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia. Tiga karya itu adalah peningkatan kualitas SDM yang diwujudkan dengan gerakan menghormat guru, pengembangan ekonomi syariah dan pendayagunaan teknologi digital.

kenangan“LDII didirikan untuk memberikan manfaat bagi rakyat dimanapun berada,” tambah Abdullah Syam.

Terkait gerakan menghormati guru, LDII menganggap sebagai hal yang sangat vital dalam melaksanakan pembangunan karakter dan peradaban suatu negara.

“Adanya korelasi kemajuan suatu bangsa dengan penghormatan pada gurunya. LDII berharap seluruh komponen bangsa dapat bersinergi. LDII sangat prihatin pada oknum yang telah sengaja ataupun tidak sengaja telah menurunkan marwah guru,” ujar Abdullah Syam.

Lebih lanjut, kata Abdullah Syam, implementasi tema Munas ini diantaranya adalah peluncuran situs pikub.co.id sebagai wujud transaksi online syariah. LDII juga telah mengawali dengan Gerakan Internet Sehat untuk memanfaatkan potensi positif dan menghindari potensi negatif.

“Pemanfaatan IT dalam memajukan perekonomian haruslah sejalan dengan prinsip syariah. Oleh karena itu LDII memandang bangsa Indonesia membutuhkan media online yang syariah. LDII berharap pikub.co.id yang akan dilaunching dalam membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat maju,” ujar Abdullah Syam.

LDII menilai perlu adanya protokol untuk mengawal konten agar tidak merusak karakter bangsa. “LDII merasakan bahwa era digital perlu dikelola. Bukan hanya agar sesuai dengan karakter norma bangsa Indonesia, tetapi juga dapat membawa manfaat sebesarnya bagi bangsa Indonesia,” tegas Abdullah Syam.

LDII pun menilai perlu adanya protokol untuk mengawal konten agar tidak merusak karakter bangsa. “LDII merasakan bahwa era digital perlu dikelola. Bukan hanya agar sesuai dengan karakter norma bangsa Indonesia, tetapi juga dapat membawa manfaat sebesarnya bagi bangsa Indonesia,” kata Abdullah Syam. (Ludhy/Lines)

Menteri Agama Hadiri Pembukaan Munas ke-8 LDII

Jakarta (3/11) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik rombongan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kantor Pusat Kementerian Agama, Lapangan Banteng  Barat No. 3-4, Jakarta Pusat. Adapun tema Munas LDII ke- 8 ini adalah “Keniscayaan Pengembangan Ekonomi Syariah, Peningkatan Kualitas SDM, dan Pemberdayaan Teknologi Digital untuk Indonesia Berkelanjutan”.

Lukman Hakim Saifuddin juga mengapresiasi tema Munas ini dan mendukung beberapa hal yang akan direkomendasikan pada Munas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ke-8 yang rencananya akan digelar di Balai Kartini pada 8-10 November 2016 nanti.

“Beberapa hal seperti penghormatan dan pemuliaan guru, pengembangan UMKM yang berada dalam pembinaan LDII dan penyikapan Medsos dan tekhnologi informasi secara arif, efektif dan efisien sungguh merupakan hal-hal yang patut diapresiasi. Dan mewakili Pemerintah, kami mengapresiasi dan mendukung  Munas LDII,” terang Menag saat menerima Pengurus LDII Pusat dan Panitia Munas ke-8 LDII di Kantor Kemenag Pusat.

Rombongan pengurus DPP LDII yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Prof. KH. Abdullah Syam, didampingi oleh Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo, Sekretaris Umum DPP LDII Dody T Wijaya, Sidik Waskita Bendahara Umum, Wakil Sekretaris Umum DPP LDII Hasyim Nasution, Iskandar Siregar, Rio Sidauruk dari Departemen OKK, dan Ketua Panitia Munas VIII LDII Rully Kuswahyudi. Pada saat tatap muka, Abdullah Syam melaporkan tentang persiapan pelaksanaan Munas VIII yang akan dihadiri oleh Joko Widodo, Presiden RI.

“Munas VIII DPP LDII insya Allah akan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo, persiapanya insya Allah sudah seratus persen, untuk itu kami bersama rombongan menghadap Menteri Agama, untuk menyampaikan laporan sekaligus mengundang  Menteri Agama untuk membuka Munas VIII DPP LDII, pada tanggal 8/11/2016” ungkap Abdullah Syam.

menteri ldiiSetelah menerima laporan persiapan pelaksanaan Munas LDII ke- 8 dan kegiatan yang sudah dilaksanakan menjelang Munas oleh Abdullah Syam. DPP LDII sangat mengharapkan Menteri Agama dapat menghadiri dalam pembukaan Munas LDII ke-8 ini. “Insya Allah, kami usahakan bisa hadir untuk membuka Munas LDII,” tutup Lukman. (Wicak/LINES)

Ketua DPR RI Siap Memberi Pembekalan dalam Munas LDII

Menjelang Munas VIII LDII, pengurus DPP LDII terus melakukan audiensi dengan berbagai lembaga negara. Hal ini untuk memastikan bahwa Munas LDII nantinya dapat memberi solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

mencari tahu kesesatan ldiiPada Rabu sore (12/10/2016) DPP LDII menggelar audiensi dengan Ketua DPR RI, Dr. Ade Komarudin MH, di  Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu. Pihak DPP LDII diwakili Ketua Umum Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam M.Sc.; Ketua DPP bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK), Ir. Prasetio Sunaryo; Ketua DPP bidang Pendidikan Agama dan Dakwah, Ir. Chriswanto Santoso M.Sc.; Sekretaris Umum, Dody Taufik Wijaya M.com; Bendahara Umum Sidik Waskito BA; Wakil Sekretaris Umum, Iskandar Siregar; Departemen OKK, Rio B. Sidauruk; Reporter Lines, Ryan, Wicak, dan Niko.

Mengawali audiensi Abdullah Syam memamparkan berbagai kegiatan LDII yang menyentuh dan melibatkan masyarakat secara langsung. Terutama mengenai upaya pengembangan SDM profesional religius, ekonomi syariah, kerukunan umat beragama, dan Go Green yang telah menanam sekitar 3 juta pohon di berbagai wilayah.

LDII dalam upaya deradikalisasi juga melakukan pelatihan juru dakwah dengan perguruan tinggi Islam, kepolisian, dan PBNU. “Kami juga bekerja sama dengan TNI menyelenggarakan diklat bela negara dan wawasan kebangsaan untuk meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan para generasi muda,” ujar Abdullah Syam.

DPP LDII juga memaparkan persiapan Munas VIII LDII yang akan digelar di Balai Kartini pada 8-10 November 2016, dan mengundang Ade Komarudin sebagai Ketua DPR RI menjadi salah satu pemateri dalam munas. Ade Komaruddin nantinya membawakan materi mengenai perkembangan demokrasi dan implementasinya bagi kesejahteraan rakyat.

islam murniAde Komarudin menyambut baik undangan ini, dan berjanji akan datang dalam Munas VIII LDII. “Saya melihat perkembangan LDII sangat bagus dalam memberdayakan masyarakatbagus tinggal terus ditingkatkan. Insya Allah saya siap hadir menjadi pemateri pada Munas LDII mendatang,” ujar Ade Komarudin. Dalam audiensi ini, Ade Komarudin memberikan wawasan tentang perkembangan dan dinamika perpolitikan nasional, isu-isu politik mutakhir, dan peran serta fungsi lembaga legislatif termasuk Dewan Perwakilan Daerah.

LDII berharap, kehadiran Ade Komarudin dapat memperkuat hubungan antara lembaga DPR dan LDII. Pasalnya, ormas adalah lembaga yang sangat dekat dengan dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi rakyat, sekaligus menjadi pemberi solusi pertama dalam berbagai masalah yang menghimpit masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Palu: LDII Berhasil Siapkan Generasi Saleh

Palu (1/10). DPD LDII Palu menggelar kembali Festival Anak Solih (FAS). Acara tahunan ini menginjak tahun yang keempat. Pada perhelatan kali ini, DPD LDII Palu beketrja sama dengan DPD LDII Kabupaten Sigi dan Donggala.

“FAS merupakan metode atau teknik pembelajaran agama agar anak didik kami lebih termotivasi dan lebih bersemangat dalam belajar. FAS dibuat agar mereka tak merasa monoton dalam menimba ilmu agama,” papar Ketua Panitia FAS ke-4, Adi Suriyanto Menurutnya FAS juga merupakan ajang silaturahim, antar guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) bahkan antar para murid.

Acara yang dihelat pada Minggu (2/10) itu, bertepatan dengan 1 Muharam, tahun baru umat Islam – yang dicanangkan pemerintah sebagai hari santri. Acara ini diisi dengan berbagai lomba semisal hafalan surat Alquran dan doa, juga ceramah oleh para dai cilik. Hari itu, pelataran Masjid Shirotol Mustaqim di Jalan Zebra, Palu, menjadi meriah. Anak-anak membawakan yel-yel dengan penuh semangat dan keceriaan.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 itu dihadiri 587 peserta dan 95 tenaga pengajar. Panitia menggelar 11 lomba di antaranya hafalan doa-doa harian, praktek sholat, cerdas cermat, menulis huruf hijaiyah dan lain-lain. Setiap TPQ mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti 11 lomba tersebut, lalu para juri menilai kelancaran hafalan, teknik pembawaan, dan penampilan mereka.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kantor Kementerian Agama kota Palu, Drs H. Kiflin Padjala, M.Pd.I. “Festival Anak Sholih ini adalah merupakan kebanggaan umat Islam karena inilah ajang pengkaderan untuk masa depan,” ujar Kiflin Padjala. Menurutnya, LDII telah mendidik anak-anak sejak dini untuk menjadi kader-kader Islam di masa yang akan datang untuk memajukan agama, bangsa dan negara.
kemenag pro ldii
“Saya harap event seperti ini tidak berhenti sampai di sini sehingga bisa terus dilaksanakan, karena tidak semua organisasi-organisasi besar di Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan seperti ini sebagaimana yang dilakukan oleh LDII,” Kiflin Padjala di depan para wartawan.

Menurut Kiflin zaman berkembang tak terkontrol, yang membutuhkan perhatian semua pihak, terutama untuk membentuk generasi muda yang unggul sebagai modal pembangunan bangsa di masa mendatang.

Senada dengan Kiflin, Imam Sutarto Ketua DPD LDII Kota Palu mengingatkan pembinaan generasi penerus masa kini akan menetukan generasi di masa depan. Apalagi, zaman terus berubah dengan segala kecanggihannya, yang menyebabkan budaya asing semakin mudah mempengaruhi perilaku generasi muda.

“Pengaruh negatif akhir zaman sangat deras, banyak tontonan tak mendidik dan penyebaran konten negatif melalui IT, sehingga kami sebagai lembaga dakwah ingin memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara dengan mengadakan kegiatan FAS ini,” kata Sutarto.

Selanjutnya, selepas sholat Ashar menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta, karena panitia membagikan piala dan hadiah. Dalam Festival Anak Sholih yang ke 4 ini, TPQ At-Tawwabin yang berada di daerah PAC LDII Bayaoge menjadi yang terbaik, dengan membawa pulang enam piala serta dinobatkan menjadi juara umum. (NWind, ADH/LINES)