Ngadmin

Pembagian Masker oleh LDII Tanggamus

TANGGAMUS, 27/05 – Pengurus DPD LDII Kabupaten Tanggamus, Lampung membagikan masker gratis kepada masyarakat umum. Kegiatan diadakan di sekitar perempatan lampu merah Kota Agung, yakni di Jl.Merdeka Kotaagung. Kegiatan ini diadakan dalam rangka membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Menurut Ketua DPD LDII Kab.Tanggamus H.Agoeng Basori,SPd,MM wabah covid-19 ini harus segera diselesaikan dan memerlukan kerja sama semua unsur masyarakat. “Kita tidak bisa berpangku tangan dan hanya menunggu. Sebagai warga bangsa kita harus ambil bagian dalam mengatasi musibah nasional ini. Upaya LDII mungkin tidak seberapa, namun ini terus akan digulirkan dan yang terpenting adalah menumbuhkan kesadaran warga masyarakat agar menjalani arahan pemerintah dalam mengatasinya,” ujar Agung.

Hadir pula dalam pembagian masker ini Ketua PC.Kecamatan Kotaagung Arif Maulana beserta sekretaris Achmad Royani dan Bendahara Giyatno. Kegiatan ini bekerjasama dengan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Cabang Tanggamus dan dihadiri pula perwakilan dari Sako SPN Cabang Tanggamus Kak Zulfa, Kak Irsa, Kak Nisa yang membantu operasional di lapangan. “Kita ajak generasi muda untuk membantu membagikan serta memberikan edukasi singkat akan bahaya covid-19 dan upaya-upaya pencegahan yang dilakukan oleh masing-masing individu,” ujar Ka Zulfa.     [a/d86]

LDII Pringsewu Cegah Penyebaran Covid-19 dengan Bagikan Masker pada Warga

PRINGSEWU, 27/05 – Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran virus corona, LDII Kab.Pringsewu membagikan masker kepada masyarakat, 21/05. Pembagian dilakukan pada warga yang melintasi jalan raya. Kegiatan tersebut berlangsung pada tiga titik, yakni Tugu Pemuda Pringsewu Barat, Jalan Ahmad Yani depan Hotel Urban dan pos pengamanan Tugu Gajah Bulokarto.

LDII Pringsewu juga melakukan kegiatan serupa di Kecamatan Ambarawa dan Sukoharjo. Menurut Ketua DPD LDII Pringsewu Dian Arif Rahman turun langsung membagikan masker bersama warga LDII lainnya. Ia didampingi Ketua Pramuka Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara Cabang Pringsewu Arismunandar berserta pengurus Sako SPN lainnya. “Masker yang dibagikan kepada masyarakat sangat kecil nilainya jika diukur dari materi. Tetapi manfaatnya lebih jauh dari itu,” tegas Dian Arif Rahman, S.Pd.

LDII ingin mengedukasi masyarakat, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membiasakan cuci tangan pakai sabun, pakai masker jika terpaksa harus keluar rumah, jaga jarak (sosial dan phisycal distancing), jaga kesehatan dengan berjemur dan berolahraga. “Kemudian, lebih baik stay at home, apalagi mudik” ujarnya.

Aksi simpatik ini mendapat respons positif dari masyarakat. Berbagai respon masyarakat terkait pembagian masker gratis, salah satunya disampaikan Susi, yang mendapat masker saat melintas di Tugu Pemuda. Ia mengaku senang dan terima kasih mendapatkan masker gratis. Hal sama disampaikan Arman, pengendara minibus. Ia berharap aparat kepolisian juga bertindak tegas terhadap pengendara yang tidak memakai masker.       (sag/ais)

LDII : “Indonesia Harus Mandiri dan Swasembada Pangan!”

Jakarta (23/5) – Wabah virus corona belum juga usai, belum ada yang bisa mengetahui secara persis kapan pandemi virus corona ini akan berakhir. Selain masalah kesehatan, masalah lain muncul, yaitu pangan. Hal ini membuat sejumlah negara di dunia mulai memproteksi ketersediaan pangan mereka dengan mengurangi ekspor. Bagaimana di negeri kita Indonesia? Hal ini menjadi bahasan DPP LDII dalam acara “Silaturahim dan Buka Puasa Bersama Wartawan” yang diselenggarakan di Kantor DPP LDII, Patal Senayan.

Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo yang menjadi narasumber, membuka dengan sebuah pernyataan, “Dalam sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia tidak pernah mengimpor bahan pangan, bahkan sebaliknya.”

“Sejak zaman Sriwijaya, Majapahit, Demak, dan kerajaan-kerajaan lainnya, belum pernah Indonesia mengimpor. Justru kerajaan-kerajaan itu mengekspor beras ke mancanegara,” ujar Prasetyo Sunaryo dalam konferensi pers terkait ketahanan pangan, Rabu (20/5/2020). Pemerintah Indonesia sering melakukan impor bahan pangan yang membuat petani terpukul saat memasuki masa panen. Itu baru salah satu dari rentetan permasalahan yang dihadapi petani. Seolah-olah petani Indonesia terjajah di tanah sendiri. Ketahanan pangan sangat bergantung dari pemerintah sebagai regulator. Bahkan pangan bisa dijadikan alat diplomasi selain air dan energi. Dengan demikian penguasaan pangan merupakan hal yang penting dalam geopolitik.

Di sisi lain petani harus selalu kreatif dan inovatif untuk meningkatkan produksi pertanian. Maka, DPP LDII mengusulkan 3 hal. Pertama soal perlindungan petani. Petani-petani kita, seperti yang dikatakan Prasetyo Sunaryo, sulit dan takut untuk melakukan inovasi karena tersandera regulasi dan birokrasi yang kurang mendukung inovasi. Prasetyo Sunaryo berujar bila temuan bibit atau pupuk, bahkan juga obat pada tanaman, bila dilakukan oleh individu atau sekelompok petani, tidak harus dihadapkan pada birokrasi dan hukum. Bahkan bila perlu, pemerintah bisa memberi izin produk bibit dari petani. Dengan membantu riset dan hak intelektual. “Dengan begitu, petani bisa menjadi subjek dan negara melakukan proteksi,” ujarnya Prasetyo mengingatkan.

Ketahanan pangan justru tak tercipta ketika pemerintah menekan kreativitas, atau lebih mementingkan tanaman tertentu. “Kita bisa berpaling ke sejarah, titik mula kekurangan pangan di Pulau Jawa, ketika Belanda menerapkan sistem tanam paksa, yang menyebabkan sawah-sawah berubah menjadi tanaman tebu, hanya untuk mengisi kekosongan kas akibat Perang Jawa,” imbuh Prasetyo Sunaryo.

Usulan kedua DPP LDII selanjutnya adalah petani harus memiliki akses pembiayaan yang mudah dan transparan agar petani bisa berinovasi. Prasetyo Sunaryo kemudian membandingkan dengan negara-negara lain. “Kenapa Amerika dan Uni Erpoa memberikan subisidi yang besar kepada petani 30 milyar Euro atau US$ 20 milyar per tahun? Mereka menanamkan suatu nilai bahwa seseorang untuk memanen harus menanam dulu, itu merupakan filosofi yang ditanamkan sejak generasinya,” ujarnya. Jadi petani sekarang harus diberikan saluran kredit yang jelas dan kreatifitasnya harus dilindungi. Lembaga yang menaungi petani harus dihidupkan kembali seperti BULOG dan BRI, sehingga petani memiliki rasa aman tenang.

Usulan ketiga adalah petani harus memiliki lembaga pemasaran yang terintegrasi. ketika hendak menjual komoditas, petani saat ini tersandera oleh pasar. Harga komoditas menjadi tidak pasti ketika dikuasai oleh mafia pangan. Sehingga ada istilah “Walau harga naik, petani tetap tidak sejahtera”. Kejadian di lapangan, petani tidak ada jalur untuk menjual hasil pertanianya selain ke tengkulak kecil, untuk kemudian dijual ke tengkulak yang lebih besar. “Maka petani harus diberdayakan. Indonesia harus memiliki mekanisme distribusi pangan yang merata. Seperti Jawa timur di Malang, Brastagi di Sumatera. Kita juga tingkatkan konsumsi sayur mayur dan buah buahan dari 170 gram menjadi 400 gram per hari,” ujar Prasetyo Sunaryo.

DPP LDII berharap, ketahanan pangan ini menjadi fokus perhatian pemerintah. Indonesia harus bisa mandiri dan swasembada pangan, jangan sampai hanya mahir memanajemen impor pangan.    [lines/d86]

Kembangkan Solidaritas, LDII Tanah Laut Bagi Paket Sembako

TANAH LAUT, 23/05 – Dalam rangka membantu sesama dan bershodaqoh di bulan Ramadhan 1414 H, maka Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kab.Tanah Laut, Kalimantan Selatan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu dan warga yang terkena dampak wabah Corona secara ekonomi. Kegiatan dilakukan serentak baik di tingkat kabupaten, Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Pelaihari, Kecamatan Bajuin, Kecamatan Batu Ampar, dan Kec.Kintap, serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII yang ada di 14 kelurahan/desa. Kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 20-23 Mei 2020.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan LDII Kecamahan Kintap dan LDII Kab.Tanah Laut atas partisipasi dan kepeduliannya terhadap warga miskin yang terdampak Covid-19 di wilayah kami,” ujar Camat Kintap Eko Trianto.

Lebih lanjut Camat Eko yang turut mendampingi kegiatan pembagian paket sembako yang dilaksanakan PC LDII Kecamatan Kintap itu memberi apresiasi terhadap aksi sosial yang dilakukan pengurus LDII.  Pembagian paket sembako juga didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas yang ada di desa maupun kelurahan.

Paket sembako yang dibagikan berasal dari shodaqoh warga LDII se-Kabupaten Tanah Laut, diwujudkan sembako dan dibagikan kepada kurang lebih 300 warga kurang mampu, lansia, dan terdampak Covid-19. Menurut Ketua PC LDII Kecamatan Kintap Agus Hariyanto mengatakan bahwa LDII rutin menyelenggarakan kegiatan sosial khususnya di setiap bulan Ramadhan. Lebih-lebih dengan adanya wabah Covid-19, LDII juga turut hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan kontribusi nyata.

Hal tersebut diperkuat oleh Ketua DPD LDII Kab.Tanah Laut Anton Kuswoyo yang mengatakan bahwa LDII juga turut berusaha berperan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara phycical distancing dan mematuhi himbauan pemerintah. “Selama bulan ramadan kami warga LDII Tanah Laut melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Kami juga rutin membersihkan tempat ibadah, menyediakan sabun cuci tangan di setiap masjid maupun musholla”, kata Anton.    [anton/d86]

 

LDII Gelar Baksos Bagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

 

TERNATE (11/05) – Pengurus DPW LDII Provinsi Maluku Utara mengembangkan kebersamaan dan solidaritas sesama dengan cara mengumpulkan shodaqoh danmembantu pada masyarakat yang kurang mampu dan terdampak wabah Covid-19. Kegiatan yang dipadukan dalam baksos di bulan suci Ramadhan ini bekerja sama dengan dengan Kodim 1501 Ternate, Babinsa, Denbekang serta Senkom Mitra Polri Ternate, 10/05.

Menurut Ketua DPW LDII Provinsi Maluku Utara H.Nurhadi,SPd bahwa di tengah wabah pandemi Covid-19 di bulan suci Ramadhan pihaknya merasa terpanggil dan peduli terhadap warga yang terdampak Covid-19 dengan memberikan sembako. ”Kami membantu dengan memberikan sembako, sehingga dapat meringankan beban warga yang terdampak Covid-19. Apalagi di bulan suci Ramadhan, tentunya mereka akan lebih memerlukan,” ujar H.Nurhadi.

Bantuan yang itu diantar langsung ke rumah-rumah warga itu dihadiri langsung Denbekang Ternate Kapten Sohinanto,SP, Pelda Joko Mulyono dari Kodim 1501 Ternate, para Babinsa kota Ternate Serka Kasim Latif dan Koptu Ruslan Buamona, bersama personel Senkom Mitra Polri.

Menurut Nurhadi sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan warga LDII pada warga masyarakat. “Ini merupakan tahap awal dan akan dilanjutkan dalam waktu dekat secara bertahap. Sebelum kami telah melakukan survei terhadap masyarakat kurang mampu yang benar-benar berhak untuk diberikan bantuan sembako tersebut,” ungkap Nurhadi.

Bantuan sembako sebanyak 90 paket tersebut berisi beras, gula pasir dan minyak goreng tersebut diberikan di Kelurahan Makassar Barat sekitar Kantor Sekretariat DPW LDII Maluku Utara Masjid Miftaulhuda, juga di Kelurahan Soa, lingkungan Facei Kelurahan Sangaji Utara, Moya, Kota Baru, Marikurubu serta Panti Asuhan Bahtera Maulana Ternate dan satu titik di Kota Tidore Kepulauan.

Dengan bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu sekaligus meringankan beban warga yang terdampak Covid-19 meskipun tidak seberapa jumlahnya, tutup H. Nurhadi yang didampingi salah seorang pengurus DPW LDII Malut Jumino Nugroho.    [nur/d86]