Ustadz Yunus menyampaikan hadits bab sholat

DPD LDII Kota Palu Menggelar Pengajian Hadits Sunan Abu Daud

DPD LDII Kota Palu menggelar kegiatan Pengajian Asrama Hadits Kitab Sunan Abu Daud. Kegiatan ilmiah keagamaan ini dilaksanakan di Masjid Shirotol Mustaqim, Jl Zebra, Kelurahan Tatura Selatan, kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, selama lima malam berturut-turut mulai dari senin malam ( 31/8/2026 ) s/d jum’at malam ( 4/9/2026 ). kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keislaman serta memperkuat karakter religius warga LDII di wilayah Kota Palu.

​Pengajian intensif yang diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai penjuru kecamatan di Kota Palu tersebut dilaksanakan secara hibrid, khusus untuk warga LDII yang berada di kecamatan Palu utara dan sekitarnya mengikuti pengajian via aplikasi Zoom. Kegiatan tersebut diikuti oleh semua kalangan usia, mulai dari kalangan generasi muda hingga tokoh masyarakat setempat.

Dalam rangkaian pengajian tersebut, para peserta diajak untuk mengkaji secara mendalam riwayat-riwayat hadits yang terhimpun dalam Kitab Sunan Abu Daud, yang merupakan salah satu dari enam kitab induk hadits (Kutubussittah) utama dalam tradisi Islam.

Fokus Kajian dan Tujuan Kegiatan

1. ​Penguatan Pemahaman Hukum :
Mengkaji bab-bab fiqih ibadah dan muamalah harian agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

2. ​Pembentukan Karakter Luhur :
Menanamkan nilai-nilai moralitas, kedisiplinan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

3. ​Optimalisasi Waktu :
Memanfaatkan waktu malam dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah secara konsisten.

​Ketua DPD LDII Kota Palu, Ilyas Pasaribu menyampaikan bahwa, penyelenggaraan pengajian maraton ini merupakan bagian dari program kerja rutin pembinaan mental dan spiritual. Menurutnya, pemahaman hadits yang kuat menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan zaman modern, agar setiap individu tetap memiliki pegangan nilai yang kokoh.

” Kegiatan ini tentunya kami laksanakan sebagai bagian dari program kerja rutin pembinaan mental spiritual, karena menurut kami pemahaman hadits yang kuat akan menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan dizaman modern seperti saat ini, sehingga setiap individu warga LDII memiliki landasan iman yang kokoh.” Ungkapnya

​Selama lima malam berturut-turut, para jemaah mengikuti pemaparan materi dari para ustadz dan dewan penasihat LDII dengan antusiasme tinggi. Metode penyampaian dilakukan secara sistematis melalui pembacaan teks arab, penerjemahan, hingga penjelasan penerapan (syarah) dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.