Menghadapi “Tsunami Digital”: Mengapa Pembinaan Generus Menjadi Kunci di Era Modern ?

Palu (1/4/2026 ) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan dalam mendidik anak kini memasuki fase yang sangat krusial. Data terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) per April 2026 menjadi pengingat pahit bagi kita semua: tercatat ada sekitar 80 ribu anak usia SD (8-10 tahun) yang sudah terpapar judi online, serta 5 juta anak yang terpapar konten pornografi.
​Akses internet yang melonjak tajam pasca-pandemi, jika tidak disertai pengawasan ketat, telah berubah menjadi “Tsunami Digital” yang mengancam moralitas dan masa depan generasi muda.

​Menanggapi fenomena ini, urgensi pembinaan karakter sejak dini menjadi harga mati. Hal ini sejalan dengan program LDII terkait pembinaan generus. Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Zulkifli Lasamai, seusai pengajian rutin di tingkat PAC pada jumat (1/5/2026) mengatakan bahwa pembinaan generasi muda (generus) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di era digital ini.

​”Di era saat ini, pembinaan generus sangatlah penting. Kita tidak hanya membekali mereka dengan kecerdasan intelektual, tetapi yang utama adalah kecerdasan spiritual dan karakter yang kuat agar mereka mampu memfilter pengaruh negatif dari kemajuan teknologi ” tegasnya.

Dia juga mengatakan bahwa ​Untuk membentengi anak-anak dari ancaman judi online dan pornografi, diperlukan sinergi antara peran orang tua dan lingkungan pembinaan.
Dalam kesempatan tersebut juga dia memberikan beberapa langkah nyata yang bisa diambil untuk membentengi para generus diantaranya :

1. ​Edukasi Sejak Dini
Memberikan pemahaman yang jelas dan jujur mengenai bahaya judi dan dampak buruk pornografi terhadap kesehatan mental dan otak anak.

2. ​Pendampingan Aktif
Jangan membiarkan anak “berselancar” sendirian di dunia maya tanpa pengawasan. Pastikan orang tua hadir sebagai teman diskusi yang terbuka.

3. ​Aktivasi Fitur Filter
Menggunakan fitur parental control pada setiap gadget yang digunakan anak sebagai lapis pertahanan teknis.

4. ​Pembinaan Karakter (Generus)
Memasukkan anak ke dalam lingkungan positif yang fokus pada pembinaan akhlakul karimah, kemandirian, dan kepahaman agama yang kuat.

​Tsunami digital tidak bisa kita hentikan, namun kita bisa membangun “tanggul” yang kokoh melalui pembinaan generus yang intensif. Dengan kolaborasi antara pengawasan orang tua di rumah dan pembinaan karakter di lingkungan sosial/agama, kita dapat memastikan generasi masa depan tetap tumbuh sehat, jujur, dan berakhlak mulia di tengah gempuran teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.