Ngadmin

Ketua DPD LDII Kota Palu Hadiri Peringatan HUT ke-48 Kota Palu

PALU – Ketua DPD LDII Kota Palu Ilyas Pasaribu, menghadiri kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu yang dirangkaikan dengan peringatan bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang pernah melanda Kota Palu tepatnya pada 28 september 2018 silam.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, yang mana Kegiatan pembukaan rangkaian HUT ke-48 Kota Palu di Lapangan Vatulemo pada Minggu (27/9/2026) dibuka secara resmi oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, sementara upacara peringatannya di halaman Kantor Wali Kota Palu dipimpin oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dan diikuti oleh masyarakat serta sejumlah elemen yang hadir untuk mengenang peristiwa bencana sekaligus memperingati hari jadi Kota Palu.

Ilyas mengatakan kehadiran LDII dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan peringatan HUT Kota Palu sekaligus momentum untuk mengenang kembali peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang pernah terjadi di Kota Palu.

” Sebagai bagian dari elemen masyarakat dan warga Kota Palu,  LDII Kota Palu turut berbangga dan memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palu yang ke-48. dan pada bulan ini juga menjadi momentun bagi warga kota Palu untuk mengenang kembali musibah gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang pernah terjadi dikota Palu dan sekitarnya.” ujar Ilyas.

dia juga menambahkan bahwa LDII siap untuk terus mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan, merawat kebhinekaan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di Kota Palu.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti rangkaian acara dengan suasana penuh kebersamaan. Tampak masyarakat duduk bersama mengikuti kegiatan dan mendengarkan penyampaian dari para pengisi acara.

Peringatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang para korban dan peristiwa yang terjadi, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan serta membangun Kota Palu agar semakin baik ke depannya.

Pemudi LDII Palu Hadirkan Rumah Karya Bagi Penyandang Disabilitas

PALU — Seorang perempuan muda LDII asal Palu, Sulawesi Tengah, Zarqa Kailila Ermera atau disapa Kayla, menghadirkan ruang berkarya bagi penyandang disabilitas melalui Rumah Karya. Beragam produk kreatif, salah satunya vest atau rompi berbahan kain perca batik bomba, diproduksi oleh para penyandang disabilitas dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui stan di Taman Vatulemo, kota Palu, Selasa (29/9/2026).

Kayla, pendiri Rumah Karya, mengatakan bahwa berdirinya Rumah Karya berawal dari keprihatinannya terhadap stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Kenapa Rumah Karya ini bisa berdiri? Karena pertama, saya melakukan survei dan melihat bahwa stigma masyarakat sendiri biasanya menganggap penyandang disabilitas masih memiliki kekurangan dan tidak memiliki kelebihan. Pandangan seperti itu masih lebih dominan,” ujar Kayla.

Kayla saat diwawancarai oleh Tim Lines Palu
Kayla saat diwawancarai oleh Tim Lines Palu

Dari kondisi tersebut, Ia bersama temannya kemudian menghadirkan Rumah Karya sebagai wadah yang dapat memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mereka melalui berbagai produk yang dihasilkan.

Menurutnya, nama dan filosofi Rumah Karya memiliki makna tersendiri. Rumah Karya diharapkan menjadi tempat yang aman dan damai bagi penyandang disabilitas, sekaligus menjadi ruang untuk menciptakan berbagai karya.

“Filosofi dari Rumah Karya itu adalah sesuatu tempat yang aman, damai, dan bisa menciptakan sebuah karya bagi anak disabilitas,” jelasnya.

 

Ia mengatakan, produk yang dihasilkan Rumah Karya memiliki perbedaan dengan produk sejenis lainnya. Jika pada umumnya produk dibuat menggunakan kain yang masih utuh, Rumah Karya justru memanfaatkan kain perca batik untuk mengurangi limbah dari penjahit.

“Perbedaan produknya yaitu kalau produk lainnya biasanya masih menggunakan kain-kain yang utuh. Nah, kalau Rumah Karya sendiri, kami mengurangi limbah dari penjahit. Jadi, kami menggunakan kain perca batik Bomba dan kain tersebut dijahit oleh anak-anak disabilitas,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan kain perca tidak hanya menjadi upaya untuk mengurangi limbah, tetapi juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk terlibat secara langsung dalam proses produksi dan menghasilkan karya yang bernilai.

 

Ke depan, Ia berharap Rumah Karya dapat terus berkembang dengan menghadirkan berbagai produk kreatif lainnya. Dalam satu hingga dua tahun mendatang, dirinya berencana mengembangkan produk seperti scrunchie, pouch, dan berbagai produk lainnya.

“Dalam satu atau dua tahun ke depan, kita ingin mengembangkan produk lagi. Mungkin ada scrunchie, pouch, dan lain-lain. Kita juga ingin bisa memberikan ruang yang aman bagi anak-anak disabilitas supaya mereka lebih percaya diri lagi untuk mengembangkan karya-karyanya,” tuturnya.

Baginya, setiap karya yang dihasilkan bukan sekadar produk, melainkan bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan kemandirian penyandang disabilitas. Melalui Rumah Karya, ia berharap semakin banyak masyarakat melihat kemampuan mereka bukan dari keterbatasannya, tetapi dari karya dan potensi yang mampu mereka hasilkan.***

Penulis: Lines Palu
Editor: Lines Palu

Ratusan Muda Mudi LDII Kota Palu Hadiri Seminar Karier dan Pelatihan Kerja

PALU — ratusan pemuda dan pemudi LDII Kota Palu mengikuti seminar karier dan pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh pengurus muda mudi LDII Kota Palu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Shirotol Mustaqim, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. Pada minggu 27 September 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali para pemuda dengan kesiapan mental, wawasan, serta keterampilan praktis dalam menghadapi persaingan dunia kerja profesional.

Ketua panitia Rendi Sumantri mengatakan bahwa, ​Seminar tersebut berfokus pada pemberian pemahaman komprehensif mengenai tata cara dan teknik melamar pekerjaan yang efektif di perusahaan.

” Kegiatan ini kami buat fokus utamanya adalah memberikan pemahaman kepada generus tentang tata cara bagaimana teknik melamar pekerjaan yang efektif di suatu perusahaan. ” Ujar Rendi.

Dia juga menambahkan bahwa para peserta diajak memahami alur rekrutmen modern, cara menonjolkan potensi diri, hingga strategi menghadapi sesi wawancara agar dapat menarik perhatian para perekrut (recruiter).
Tak hanya itu, materi juga mencakup pengenalan ritme kerja serta budaya organisasi di lingkungan perusahaan, sehingga generus LDII tidak hanya siap diterima bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dan menjaga profesionalisme.

​Sesi pembekalan terasa makin hidup dengan hadirnya pemateri dari kalangan praktisi dan profesional yang membagikan pengalaman nyata (sharing session). Para narasumber menceritakan perjalanan karier mereka mulai dari fase perjuangan melewati proses rekrutmen awal hingga berhasil menduduki posisi strategis dan jabatan tertentu di perusahaan masing-masing. Bagian ini menjadi dorongan motivasi besar bagi peserta untuk membangun resiliensi, kejujuran, dan etos kerja yang kuat.

​Sebagai penutup rangkaian acara, panitia menyelenggarakan coaching clinic penilaian Curriculum Vitae (CV) secara langsung. Pada sesi interaktif ini, peserta membawa draft CV masing-masing untuk dibedah, dinilai, dan diberi masukan oleh para narasumber. Evaluasi mencakup kelengkapan substansi, tata letak, hingga penyusunan informasi agar CV yang dibuat memenuhi standar industri saat ini.

​Melalui kegiatan tersebut, pengurus muda-mudi LDII Kota Palu berharap generus tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mandiri secara ekonomi, berdaya saing tinggi, serta siap menjadi SDM berkualitas yang berkontribusi bagi masyarakat dan dunia kerja.

DPD LDII Kota Palu Gelar Refresh Materi Peramutan Jenazah Untuk Para Mubaligh dan Mubalighot

PALU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Palu menggelar kegiatan refresh materi peramutan jenazah yang bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, pada sabtu ( 26/9/2026 ).

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan mubaligh dan mubalighot yang berasal dari PC dan PAC LDII yang ada di Kota Palu.

Sekretaris DPD LDII Kota Palu, Alan Rizki Nugroho Mengatakan bahwa, ​kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah untuk menyegarkan kembali pemahaman serta meningkatkan keterampilan para mubaligh dan mubalighot dalam menjalankan syariat Islam, terkait tata cara pengurusan jenazah yang baik dan benar sesuai petunjuk Al-Qur’an dan Al-Hadits.

” Tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk menyegarkan kembali pemahaman dan keterampilan para mubaligh dan mubalighot dalam hal peramutan jenazah, agar semua praktek yang dilaksanakan betul-betul sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.” Ungkap Alan.

​Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik langsung, mulai dari:

1. ​Memandikan Jenazah : Teknik serta etika dalam memandikan jenazah secara syar’i dan menjaga kerahasiaan aib almarhum/almarhumah.

2. ​Mengkafani : Tata cara memotong dan merangkai kain kafan sesuai ketentuan untuk jenazah laki-laki maupun perempuan.

3. ​Menyalatkan & Menguburkan: Tata cara pelaksanaan sholat jenazah hingga tata urutan pemakaman di liang lahat.

​Melalui kegiatan refresh materi tersebut, DPD LDII Kota Palu berharap setiap kelompok majelis taklim memiliki tim peramutan jenazah yang mandiri, sigap, dan paham hukum agama, sehingga dapat membantu masyarakat sekitar saat ada warga yang meninggal dunia.

PC LDII Tatanga Palu Gelar CAI ke-47, Bentuk Generasi Muda Religius dan Tangguh

PALU – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tatanga menggelar kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Agenda pembinaan ini diikuti oleh muda-mudi usia 13 tahun hingga jenjang siap nikah sebagai langkah preventif membentengi moral remaja dari dampak negatif pergaulan modern.

Pembina PC LDII Tatanga, Sumardi, menegaskan pentingnya pembinaan karakter religius secara berkelanjutan sejak dini. Menurutnya, pemuda hari ini merupakan pilar utama penerus estafet kepemimpinan dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

“Anak-anak yang kita didik sejak usia caberawit inilah yang nantinya akan mengajar dan meneruskan perjuangan kita,” ujar Sumardi di sela-sela kegiatan.

Meski pelaksanaan acara sempat terkendala hujan deras dan pemadaman listrik, dinamika tersebut tidak menyurutkan antusiasme para peserta maupun panitia untuk mengikuti seluruh rangkaian agenda.

Wakil Ketua Panitia, Sandi, mengapresiasi ketahanan para peserta dan berharap kondisi cuaca semakin mendukung agar seluruh materi pelatihan dapat tersampaikan secara optimal.

“Kita sekarang sedikit kehujanan. Mudah-mudahan cuaca segera membaik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar,” kata Sandi.

Sementara itu, Ketua Panitia CAI, Yafit, terus mengobarkan semangat para peserta agar tetap solid dan pantang menyerah dalam menghadapi kendala lapangan.

“Semangat CAI 47 Tahun 2026!” seru Yafit yang disambut riuh antusiasme peserta hingga akhir sesi.