Ngadmin

LDII Mengutuk Keras Bom Bunuh Diri di Makassar

Palu (29/3). Aksi teror bom bunuh diri yang menyasar Katedral Makassar, mengundang keprihatinan DPP LDII. Aksi yang melukai sembilan jemaat dan menewaskan pelaku, menurut Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso merupakan serangan terhadap kemanusiaan, karena dilakukan pada saat bangsa Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19.

“Kami warga LDII mengutuk peristiwa tersebut, karena bukan hanya aksi teror bermotif ideologi tapi juga merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Serangan saat pandemi, tentu dilakukan oleh mereka yang mengabaikan perikemanusiaan,” tegas Chriswanto Santoso.

Chriswanto mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersabar diri dan tak terprovokasi, “Tak satupun ajaran agama di Indonesia ini yang mengajarkan kekerasan terhadap umat beragama lainnya. Bahkan kekerasan tak pernah menyelsaikan masalah, bila dibalas dengan kekerasan. Luka yang ditimbulkan sangat dalam seperti kerusuhan antaragama yang pernah terjadi di Indonesia.

Senada dengan pernyataan Ketua Umum DPP LDII  yang mengutuk pengeboman di Makssaar, Ketua DPW LDII Sulteng menambahkan bahwa aksi pengeboman itu juga merupakan strategi oknum – oknum yang tidak ingin bangsa ini tetap aman dan damai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kami mengajak masyarakat agar tidak mudah terprofokasi dengan karakter yang merusak hubungan yang harmonis antara satu golongan dengan golongan lainnya. Semoga Allah menguatkan jiwa kita semua untuk selalu berbuat baik terutama dalam kaitannya dengan hal kemanusiaan.” Imbuh Agussalim.

Sikap tersebut bisa memicu terganggunya modal sosial bangsa berupa kerukunan, kekompakan, persatuan dan kesatuan antarumat beragama, “Modal sosial merupakan penopang pembangunan bangsa, bila hal tersebut terganggu, terganggu pula kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuh Chriswanto.

Keretakan bangsa akan menimbulkan efek berantai, yang mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi berbangsa dan bernegara. Bila hal itu terjadi, punahlah negara dan bangsa Indonesia. Inilah yang disasar para pelaku teror, “Mereka memaksakan ideologinya, agar negeri ini menjadi yang mereka inginkan, jauh dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” tegasnya.

Chriswanto mengimbau agar aparat keamanan mengusut tuntas kasus serangan bom bunuh diri itu. Membongkar jaringan mereka, merupakan hal yang penting untuk menghentikan aksi teror, “Menyelesaikan masalah ini menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia, karena pelaku telah melukai perasaan bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi Covid-19,” imbuh Chriswanto.

Ia juga meminta berbagai pihak, terutama para tokoh-tokoh agama untuk meningkatkan komunikasi serta menjaga kerukunan umat, “Para tokoh agama agar dapat menenangkan pengikutnya, agar suasana ketertiban dan keamanan terus terpelihara,” ujarnya.

Menurut Chriswanto, aksi terorisme tersebut jangan dikaitkan dengan agama. Sebab, tak tada agama yang mengajarkan tindakan kekerasan. Sebaliknya, ajaran agama yang penting adalah hubungan yang baik antar manusia dan antar umat beragama, “Islam dan agama-agama lain yang ada di Indonesia saling mencintai dan menghargai antar sesama,” tambahnya.

Editor : ZFR Lines

Jalin Silaturahmi, Menag Yaqut Cholil Apresiasi Kontribusi LDII Untuk Bangsa

Jakarta (16/3). Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso bersama pengurus harian, menemui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama RI, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/3). Menag Yaqut Cholil mengapresiasi kontribusi dan kerja sama LDII bersama pemerintah hingga saat ini.

Dalam pertemuan itu, Menag Yaqut Cholil menyoalkan masalah persatuan umat. Menurutnya, jumlah umat Islam lebih dari 80 persen penduduk Indonesia. Jika ukhuwah dan sinergi antar umat Islam terwujud, maka masalah kesatuan persatuan bangsa sudah selesai.

“Saya sampaikan di awal, Kementerian Agama RI milik semua agama. Di dalamnya ada agama Islam. Ada ribuan ormas di bawah naungan kementerian agama, sepertu NU, Muhammadiyah, dan LDII. Saya mendukung sinergi dan kerja sama antar ormas Islam dengan Kemenag dalam membangun ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Menag Yaqut Cholil juga menuturkan, agama dan negara sejatinya saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk mewujudkan peradaban suatu bangsa. Untuk itu, Kemenag RI mendukung penguatan identitas keagamaan.

“Penguatan identitas keagamaan di satu sisi dan penguatan identitas kebangsaan di sisi yang lain tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan. Konsep itu harus tetap diletakkan dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara,” ujarnya.

Hanya karena perbedaan khilafiah antar sesama agama Islam, bahkan perbedaan etnis dan agama seharusnya tidak menghambat terwujudnya persaudaraan sebagai sebuah bangsa. Justru kesalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. “Dengan kata lain, kita bisa menjadi umat saleh sekaligus warga negara baik,” ujarnya.

Bagaimana bentuk dukungan Menag Yaqut Cholil Qoumas? Menurutnya, banyak program yang bisa disinergikan dengan ormas-ormas. “Ada kemandirian pesantren dan pengembangan madrasah kita bisa sinergikan. Setelah Munas LDII nanti kita akan sinergikan kembali dan duduk bersama membahas teknis dengan Kemenag,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menyampaikan sedikit tentang masalah kebangsaan yang harus diangkat bersama. Khususnya antara Kementerian Agama RI sebagai perwakilan pemerintah dengan ormas-ormas Islam. Ia selanjutnya menyampaikan apa yang telah LDII kontribusikan untuk Bangsa Indonesia.

“LDII telah berkontribusi di berbagai bidang. Di bidang pendidikan karakter, LDII membangun portal pondokkarakter.com. Di bidang ketahanan pangan, warga LDII membangun _urban farming_, pemanfaatan lahan gambut, dan penggunaan artificial intelegence dalam pertanian di Garut. selanjutnya di bidang ekonomi syariah, LDII membangun ekonomi digital, hingga ketahanan keluarga untuk ketahanan bangsa,” Chriswanto menjelaskan.

Di akhir pertemuan, DPP LDII meminta Menag Yaqut Cholil untuk hadir dan memberikan pengarahan dalam Munas IX LDII pada 7-8 April 2021. Acara itu, rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Jalin Silaturahmi dengan Gubernur Sulteng, Ini Pesan Gubernur Kepada LDII

Palu (16/3), Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Tengah melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) di jalan Samratulangi no 101, Kota Palu, pada selasa (16/3/2021). Kunjungan pengurus DPW LDII Sulteng diterima langsung Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si.

Ketua DPW LDII Sulteng Agussalim Sutan Marhum, S.Pd., M.M. mengatakan, maksud dari kunjungan ini untuk menjalin silaturahmi serta pemaparan Musyawarah Nasional (Munas) LDII ke-9 yang akan dilaksanakan pada 7-8 April 2021, di Ponpes Minhajurrosyidin, Jakarta.

“Adapun tema Munas IX LDII yaitu Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju. Sedangkan sub tema Munas Mewujudkan 8 Bidang Kontribusi LDII untuk Bangsa,” jelas Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. memberikan pembekalan kepada pengurus DPW yang akan berangkat ke Munas nantinya.

“Saya sebagai Gubernur berharap semoga Munas LDII sukses berjalan dengan aman, khususnya dalam suasana covid, saya mengimbau kepada peserta Munas di Jakarta untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” imbuhnya.

Menjelang Ramadhan, Longki juga meminta kepada LDII bisa menjadi contoh kepada masyarakat dalam beribadah, “Saya tahu jamaah LDII banyak, untuk itu kalau bisa masjid-masjid di LDII bisa memberikan contoh dalam hal penerapan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Kunjungan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak. Hadir dalam pertemuan mendampingi Ketua DPW, Wakil Ketua DPW LDII Sulteng Dr. Asrul, Sekretaris Ir H. Fatoni, Zulkifli Lasamai, S.T., M.M, dan Ilman Pradhana, S.kom., M.M.

Dalam akhir kunjungan, Longki berharap agar LDII bisa sukses dan bisa memberikan panutan bagi umat LDII maupun umat islam lainnya.

Jelang Ramadhan, Imam Masjid LDII Sigi Biromaru Ikuti Vaksinasi Covid-19

Palu (13/3), Menjelang bulan ramadhan, Imam masjid Pimpinan Cabang (PC) LDII Sigi Biromaru mengikuti vaksinasi sebagai upaya menghambat penyebaran virus corona atau covid-19. Vaksinasi tersebut dilaksanakan di Puskesmas Biromaru, Kabupaten Sigi, pada jumat 13/3/21.

Dalam vaksinasi tersebut LDII Sigi Biromaru mengirimkan dua perwakilan imam masjid Ar-Royan di jalan karanjalembah, antara lain Ustad Saiful Habib dan Ustad Rendy Sumantri. Pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan aman dan lancar.

Diharapkan dengan adanya vaksinasi, para imam masjid bisa meningkatkan kekhusyukan kepada masyarakat saat menjalankan ibadah dibulan ramadhan.

DPD LDII Sigi dalam hal ini selalu mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, salah satunya program vaksin menuju Indonesia sehat.

Jelang Munas IX LDII, Ini yang Walikota Palu Harapkan bagi LDII

Palu (12/3), DPP LDII akan menyelenggarkan musyawarah nasional ke-9 (Munas IX) pada 7-8 April 2021 di Padepokan Persinas ASAD, Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. Acara munas tersebut akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo, dan diikuti para peserta secara daring dan luring mengingat kondisi masih pandemi Covid-19.

Walikota Palu, Hadiyanto Rasyid saat ditemui diruang kerjanya mengapresiasi Munas LDII yang ke-9, ia berharap LDII dapat membuat rencana kerja yang baik.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Munas LDII yang ke-9, saya berharap LDII dapat berperan membangun bangsa dan negara, maju terus LDII doa kami menyertaimu,” ucap Hadi.

Munas nantinya akan diikuti sekitar 3.500 peserta secara daring di sekitar 450 titik studio mini yang tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan luring hanya diikuti oleh sekitar 114 peserta dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat.

ZFR LINES