GUNUNGKIDUL – Pimpinan Cabang Wanita Islam Kapanewon Semin kembali memilih Sri Sudarmi sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030 dalam Musyawarah Cabang yang digelar pada Minggu, 27 Juli 2025. Acara bertajuk Optimalisasi Peran Perempuan, Memajukan Peradaban Bangsa yang Religius ini berlangsung di aula Kapanewon Semin.
Muscab dihadiri berbagai organisasi masyarakat Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), LDII, dan MTA, serta perwakilan masyarakat umum. Forum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi peran strategis perempuan dalam bidang spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi.
Sri Sudarmi terpilih secara aklamasi setelah meraih suara terbanyak dalam proses penjaringan formatur. Enam nama lainnya yang masuk sebagai formatur antara lain Susilo Srinuk, Sri Hartini, Zahrotul Husna, Siti Nur Chayati, dan Siti Hidayatul Khotimah. Rapat formatur kemudian menyusun struktur lengkap Pengurus Harian PC Wanita Islam Semin untuk lima tahun ke depan.
Susunan pengurus baru antara lain menempatkan Sri Agus Suharyati sebagai Ketua 1, Wiji Lestari sebagai Ketua 2, dan Sri Purwaningsih sebagai Ketua 3. Susilo Srinuk didapuk sebagai Sekretaris Umum, dibantu oleh Sri Suyati dan Zahrotul Husna sebagai wakilnya. Sementara posisi Bendahara Umum diisi oleh Sri Hartini, dengan Suharyani sebagai wakilnya.
Dalam sambutannya, Sri Sudarmi menilai periode kepemimpinannya sebelumnya belum menunjukkan dampak yang signifikan. Ia berharap struktur baru ini bisa menghadirkan perubahan yang lebih nyata. “Periode 2016 hingga 2025 memang belum bisa berbicara banyak dalam kehidupan. Semoga dengan kepengurusan baru ini akan terlihat dampak nyata di masyarakat,” ujarnya.
Panewu Semin, Haryanto, membuka acara secara resmi. Ia menyampaikan ajakan kepada seluruh peserta untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dalam setiap tindakan. Menurutnya, keberkahan suatu wilayah lahir dari sinergi antarwarga yang peduli dan penuh kasih sayang. “Mudah-mudahan bumi kita, tempat kita, banyak rezeki dari langit, banyak buah-buahan dan tanaman. Semua ini perlu kita perjuangkan bersama,” ucap Haryanto.
Musyawarah ini menjadi momentum bagi perempuan di Semin untuk memperkuat kontribusi mereka dalam membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan sejahtera. Dengan kepengurusan baru, Wanita Islam Semin menargetkan lebih aktif menjalin kolaborasi lintas ormas dan pemerintah lokal.
——————–
Oleh: Ibnu Riyanto (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng