Purwakarta (24/7). Perkuat pemahaman agama dan pembinaan karakter Generasi Penerus (Generus), Remaja Masjid LDII Kecamatan Purwakarta menggelar Pengajian Muda-mudi di Masjid Al-Muflihun, Baranangsiang, Minggu (20/7).
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh remaja masjid dari Baitussalam dan Nurridwan Ciseureuh serta tuan rumah Al-Muflihun Baranangsiang, yang merupakan bagian dari PC LDII se-Kecamatan Kota Purwakarta. Selain menambah ilmu keislaman, pengajian ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah islamiyah antarremaja.
Acara diawali dengan kajian tematik Al-Quran, khususnya pembahasan Surat Al-Hujurat. Materi disampaikan secara kolaboratif oleh dua mubaligh muda, Oghy Fathul Hidayatullah dan Manshur Tenggara.
Peserta tidak hanya menyimak makna ayat, tetapi juga melantunkan tilawah bersama. Surat Al-Hujurat dipilih karena mengandung pesan sosial yang kuat, antara lain adab dalam berinteraksi, pentingnya tabayun (klarifikasi), serta larangan mencela dan mengolok-olok sesama muslim.
Materi berikutnya membahas hadist-hadist tentang tata krama dan etika pergaulan. Disampaikan oleh Manshur Tenggara, kajian ini menekankan pentingnya menjaga lisan, bersikap santun, serta menjalin relasi islami yang membangun di kalangan remaja.
Pengajian ditutup dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengaruh akhir zaman terhadap kehidupan generasi muda. Dalam sesi ini, para peserta diajak menyadari berbagai tantangan era digital seperti budaya instan, derasnya arus informasi, dan potensi penyusutan nilai moral akibat konten negatif di media sosial.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen LDII dalam membina generus agar tumbuh menjadi pribadi yang faqih (paham agama), berakhlakul karimah (berakhlak mulia), dan mandiri. Hal ini sejalan dengan upaya mencetak generasi profesional religius yang siap menghadapi dinamika zaman.
Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris PC LDII Kecamatan Purwakarta menegaskan pentingnya pendekatan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“LDII berupaya membentengi pemuda dari tantangan akhir zaman dengan media sosial melalui berbagai cara, termasuk edukasi tentang pemanfaatan media sosial yang bijak, penguatan nilai-nilai agama, dan penyediaan kegiatan positif sebagai alternatif,” ungkapnya.
Dengan penguatan nilai spiritual dan literasi digital, LDII terus mendorong para remaja agar menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kebaikan dan menjaga nilai-nilai islami di tengah era modern.
Oleh: KG Ing Suro (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng