Palembang (5/8). DPW LDII Provinsi Sumatera Selatan audiensi dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis, pada Rabu (24/7) di Markas Kodam II/Sriwijaya, Palembang.
Rombongan DPW LDII Sumsel dipimpin langsung oleh Ketua DPW Rahmatulloh, didampingi Sekretaris Jusef Imelsa, Wildan Sholih, dan Ketua Biro Kepemudaan dan Olahraga Sudarno. Turut hadir pula jajaran pengurus DPD LDII Kota Palembang, yakni Ketua Kisworo, Wakil Ketua Sihar Ricardo, dan Sekretaris Abdullah Wahabi.
Dalam pertemuan tersebut, Rahmatulloh menjelaskan bahwa LDII telah hadir di 16 kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan struktur organisasi yang aktif dan konsisten berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui delapan klaster program pengabdian.
“Kami memiliki delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa, meliputi: kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan, energi baru terbarukan, dan teknologi digital. Seluruh program ini menjadi wujud partisipasi aktif kami dalam pembangunan nasional,” jelasnya.
Rahmatulloh juga mengundang secara resmi Pangdam II/Sriwijaya untuk hadir dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII Sumsel yang akan dilaksanakan pada September 2025 mendatang. Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan kolaborasi program “TNI Masuk Pesantren” guna membekali para santri dengan pemahaman wawasan kebangsaan dan bela negara.
“Kami berharap TNI dapat turun langsung ke pondok pesantren LDII untuk memberikan pembinaan cinta tanah air kepada generasi muda,” tambah Rahmatulloh.
Menanggapi hal tersebut, Mayjen TNI Ujang Darwis menyambut baik silaturahim ini dan mengapresiasi program-program yang telah dijalankan LDII.
“Saya sangat mengapresiasi program-program LDII yang konstruktif. Ini bisa menjadi pintu masuk untuk sinergi lebih lanjut antara TNI dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun bangsa. Kami akan jadwalkan untuk mengunjungi pondok pesantren LDII dan memberikan edukasi wawasan kebangsaan sebagai bentuk cinta tanah air,” ujar Pangdam.
Audiensi ini ditutup dengan harapan kuat dari kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi, guna memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan edukatif dan religius di masyarakat.
Oleh: jusef imelsa (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng