Kebumen (2/8). Ratusan muda-mudi LDII dari berbagai daerah di eks-Karesidenan Kedu mengikuti kegiatan Fresh For Tomorrow (FFT) yang digelar di kawasan wisata Pantai Laguna, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini menjadi wahana pembekalan pra-nikah bagi Generasi Penerus (Generus) sebagai bekal membangun rumah tangga yang profesional religius dan berkarakter luhur.
Dengan mengusung tema “Kreativitas dan Semangat Pemuda LDII Menuju Generasi Profesional Religius”, kegiatan ini diikuti peserta berusia 20 hingga 35 tahun-an usia yang dinilai cukup matang untuk memahami kehidupan pernikahan secara komprehensif. Sekitar 500-an peserta dan panitia hadir dari tujuh DPD LDII kabupaten/kota, yakni Kebumen, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, dan Banyumas (Purwokerto).
“FFT ini menjadi wadah strategis bagi generus LDII untuk mempersiapkan diri menyambut pernikahan, baik secara mental, spiritual, maupun keterampilan hidup,” ujar Ketua Panitia FFT, Sidik Priharto.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar status sosial, melainkan ibadah seumur hidup yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Oleh karena itu, edukasi tentang kehidupan rumah tangga perlu diberikan sejak dini, agar generasi muda tidak gegabah dalam mengambil keputusan besar tersebut.
Selain mendapatkan materi dari para pakar pernikahan, peserta juga mengikuti berbagai sesi edukatif dan interaktif. Di antaranya penguatan pemahaman agama berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits yang bertujuan membentuk pasangan suami istri yang saling memahami dan mampu mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
“Pernikahan bukan soal mencari kesempurnaan, tapi bagaimana dua insan saling menerima dan menguatkan satu sama lain melalui perbedaan yang ada,” imbuh Sidik.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah group bounding yang dirancang secara santun dan terstruktur. Peserta dibagi dalam kelompok kecil berdasarkan gender dan dipandu oleh mentor. Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan bergilir melalui pertukaran kelompok, dalam suasana yang santai namun tetap menjunjung tinggi adab dan nilai-nilai islami.
Kegiatan FFT berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi. Panitia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dengan persiapan yang lebih matang dan cakupan peserta yang lebih luas.
“Semoga tahun depan jumlah peserta bisa bertambah, data lebih tertata, dan hasilnya semakin maksimal. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita menyiapkan generasi yang siap nikah, siap ibadah, dan siap membangun rumah tangga harmonis,” pungkas Sidik.
Oleh: M. Fahrudin (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng