Bandung (25/7). LDII Jawa Barat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pengendalian Gratifikasi yang diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/7). Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sanggabuana, Gedung Sate, Bandung.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai perangkat daerah serta organisasi kemasyarakatan, termasuk LDII Jawa Barat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik gratifikasi.
Bimtek dibuka langsung oleh Kepala Biro Kesra Setda Jabar, Andrie Kustria Wardana, selaku pimpinan rapat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengendalian gratifikasi sebagai langkah pencegahan korupsi sejak dini di lingkungan pemerintahan.
“Gratifikasi sering dianggap hal sepele, padahal ini bisa menjadi pintu masuk praktik korupsi. Maka diperlukan komitmen semua pihak, baik ASN maupun mitra kerja pemerintah, untuk memahami aturan dan batasan yang ada,” ujarnya.
Dalam sesi materi, peserta diberikan pemahaman terkait definisi gratifikasi, jenis-jenis yang wajib dilaporkan, serta mekanisme pelaporan sesuai regulasi yang berlaku. Peserta juga mengikuti studi kasus dan simulasi pelaporan gratifikasi guna meningkatkan pemahaman secara praktis.
Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, partisipasi LDII merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung integritas dan tata kelola pemerintahan yang transparan.
“Kami dari LDII siap bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang bebas dari gratifikasi. Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai ormas yang sering berinteraksi dengan perangkat daerah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintahan maupun masyarakat sipil, dapat semakin memahami pentingnya pengendalian gratifikasi sebagai bentuk nyata integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Oleh: Abdul Soleh (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng