Home » Berita » Jelang Muswil, LDII Sulteng Kunjungi Habib Ali di Kediamannya

Jelang Muswil, LDII Sulteng Kunjungi Habib Ali di Kediamannya

PALU – Pengurus harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tengah mengunjungi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, Habib Ali bin Muhammad Al-jufri di kediamannya, pada Kamis (24/2/22). Kunjungan tersebut langsung disambut baik oleh Habib Ali Al-Jufri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah, H Agussalim Sutan Marhum, menyampaikan rencana Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII Sulteng ke-5 yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2022 di Hotel Best Western, Palu.

“Kami dalam ajang silaturahmi ini butuh masukan dan nasehat dari MUI Sulteng, agar kedepannya Muswil LDII Sulteng bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Pada Muswil kali ini LDII mengangkat tema berkaitan dengan visi misi Gubernur Sulteng yaitu, “Peran LDII Mewujudkan SDM Profesional Religius Dalam Upaya Gerak Cepat Menuju Sulteng Lebih Sejahtera dan Lebih Maju”

Pelaksanaan Muswil LDII Sulteng, nantinya akan diikuti 13 DPD LDII seluruh Sulteng yang terbagi menjadi dua yaitu melalui dalam jaringan (daring) sebanyak 80 orang dan luar jaringan (luring).

“Jadi karena pandemi kami batasi pak Habib, yang ikut daring nanti insha Allah hanya Ketua DPP, pengurus DPW, dan perwakilan dari DPD,” pungkas Agussalim.

Agussalim juga berharap, Habib Ali bin Muhammad Al-jufri, yang juga merupakan Ketua PB Alkhairat pusat Palu, bisa hadir untuk kegiatan Muswil LDII Sulteng ke-5. “Kami sangat berharap dan bersyukur sekali bila bapak mau datang pada acara Muswil LDII nanti,” harapnya.

Sementara Ketua MUI Sulteng, Habib Ali bin Muhammad Al-Jufri, mengucapkan rasa syukur atas kunjungan LDII. Ia juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muswil LDII. “Selamat Muswil ke-5 untuk LDII Sulteng, semoga muswil dapat berjalan dengan aman dan sukses,” ucap Habib Ali.

Dalam nasehatnya, Habib Ali menggambarkan keadaan umat Islam saat ini begitu banyak namun terlihat sedikit, sehingga musuh mudah menggoyahkan umat Islam menjadi tidak rukun.

“Nabi Muhammad bersabda kita banyak tapi bagaikan buih, salah satunya disebabkan karena emosi, bertindak tanpa pikiran, berbicara tanpa berpikir sehingga banyak ucapan yang keluar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Habib.

Kedepannya Habib Ali berharap peran LDII dalam berdakwah bisa membawa manfaat bagi bangsa dan negara. Fokus dakwah inilah yang menjadi suatu tantangan bagi umat Islam, sebab sabda Nabi Muhammad Islam akan kembali dalam keadaan asing.

Ia menambahkan, agar para pemuda dapat dihimpun untuk menjalankan dakwah dan selalu mengisi masjid, sebab pemuda merupakan orang tengah antara golongan atas dan golongan bawah.

“Kalau saya jalan ke masjid, pasti yang paling banyak bapak-bapak dan anak-anak. Jarang sekali saya lihat pemuda datang ke masjid,” ungkapnya.

Dalam nasehat tutupnya, ia mengajak kepada LDII untuk menjalankan misi bersama dengan MUI yaitu dapat menyatukan umat meskipun berbeda pandangan.

“Saat ini kita diadu untuk saling menyinggung antara satu dengan lain, sehingga musuh kita bagaikan ular yang berjalan di semak sisa menunggu waktunya untuk mematok kita, jadi kita ini mangsa dari musuh yang tidak terlihat tersebut” ucapnya.

Habib Ali dalam akhir nasehatnya, mengucapkan selamat kepada LDII atas terselenggaranya Muswil ke-5. Ia juga akan menyempatkan untuk hadir dalam acara tersebut.

“Selamat untuk LDII, insha Allah jika saya tidak berhalangan saya akan hadir pada Muswil LDII. Semoga LDII dapat bermanfaat bagi umat,” tuturnya. (ZNF-Lines)

Leave Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.