Home » Berita » Berita LDII Sulawesi Tengah » Wakil Ketua LDII Sulteng Asrul : Ibu Berperan Dalam Mengawal Generasi yang Akan Datang
ilustrasi seorang Ibu bersama anaknnya.

Wakil Ketua LDII Sulteng Asrul : Ibu Berperan Dalam Mengawal Generasi yang Akan Datang

Jakarta (22/12). Pada Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso mengingatkan pentingnya peran ibu dalam proses pembangunan nasional. Bahkan, ibu juga berfungsi strategis dalam menjaga keberlangsungan sebuah bangsa.

“Rasulullah ketika ditanya seorang lelaki, mengenai kepada siapa harus berbuat baik, beliau menjawab ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu,” kata Chriswanto mengutip hadits dari Imam Bukhari.

Menurut Chriswanto, peradaban yang kian modern ternyata menemukan peran besar seorang ibu, sehingga mereka pantas dihormati. Bukan hanya kodratnya mengandung dan melahirkan, tapi ibu adalah makhluk pertama dan utama yang berkomunikasi dan mendidik generasi penerus sejak dalam kandungan.

Seorang ibu yang memiliki pengetahuan mengenai gizi, akan mengkonsumsi makanan bergizi agar bayinya tumbuh sehat dan sempurna. Dari sisi religi, seorang ibu yang selama mengandung kian mendekatkan diri kepada Allah, akan melahirkan generasi yang religius.

Saat lahir, sang ibu berperan besar dalam membangun karakter dan intelektualitas seorang anak, “Sekali lagi, seorang ibu yang berdaya, akan mengajari etika, karakter, dan membimbing sang anak meraih cita-citanya, agar berguna bagi bangsa dan negara, juga masyarakat di sekitarnya,” imbuh Chriswanto.

Apalagi pada saat usia anak-anak, mereka sangat dekat dengan ibunya. Bahkan, waktu seorang anak, umumnya paling banyak dihabiskan bersama orangtua mereka, “Inilah yang membuat seorang ibu memiliki fungsi strelategis dalam pengasuhan dan membangun karakter unggul seorang anak,” papar Chriswanto.

DPW LDII Sulawesi Tengah

Sementara Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Dr. Asrul, SP, MP. mengatakan  bahwa Hari Ibu merupakan suatu peringatan yang dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan seorang ibu dalam keluarganya, karena peran dan jasa seorang ibu dalam mengurus keluarga terutama suami dan anak-anaknya.

“Bentuk penghargaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskan ibu dari tugas sehari-hari, seperti memasak dan mencuci pakaian, memberinya hadiah, atau sekadar menyampaikan ucapan terima kasih kepadanya atas pengabdian yang selama ini telah dia berikan.” Ujar Asrul.

Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan momentum untuk merefleksikan bahwa perempuan mempunyai tanggung jawab pertama dan utama untuk mengawal generasi yang akan datang.  LDII sebagai sebuah organisasi keagamaan berharap peran ibu bisa berkiprah lebih luas lagi, dan membantu mengambil peran untuk memperbaiki permasalahan dalam lingkungan sosialnya.

Senada dengan Chriswanto Santoso,

Nana Maznah Prasetyo, seorang pegiat psikologi pendidikan dan konselor keluarga, yang juga pengurus Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII, mengatakan dalam relasi orangtua dan anak, seorang ibu harus senantiasa mengembangkan dirinya.

Bila seorang ibu mampu mengembangkan potensinya, maka potensi seorang anak juga berkembang, “Dalam proses penanaman nilai, orangtua atau ibu juga melakukan kesalahan, untuk itu ia juga harus mempu menjelaskan kesalahan itu kepada anaknya,” ujar Nana.

Agar proses membina anak berjalan dengan baik, menurut Nana, komunikasi menjadi kunci, “Komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam hidup. Kita menghabiskan sebagian besar hidup dari bangun sampai mau tidur melalui komunikasi,” ujarnya.**

Editor : ZFR Lines

Leave Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.