Home » Artikel » Hari Guru Nasional: LDII Sulteng Ingatkan Pentingnya Peran Guru di Nusantara 

Hari Guru Nasional: LDII Sulteng Ingatkan Pentingnya Peran Guru di Nusantara 

PALU, – Awal Kemerdekaan Republik Indonesia, Malaysia membutuhkan guru untuk memperbaiki tutur Bahasa Melayu. Sehingga pada waktu itu Malaysia tertarik untuk mendatangkan guru dari Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Indonesia telah mengirimkan ratusan guru ke Malaysia pada saat itu.

“Setelah berkembang sekian lama, ternyata menurut tingkat pendidikan di dunia Malaysia lebih tinggi dari pada kita. Artinya peran guru sangat dibutuhkan untuk mendidik anak-anak bangsa, mereka bisa belajar sendiri tapi lebih cepat jika ada guru yang menemaninya guna membentuk SDM yang baik,” ujar Anas Yunus, S.E, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tengah, Jumat (25/11).

Untuk itu dalam Hari Guru Nasional (HGN) yang ditetapkan oleh pemerintah setiap tanggal 25 November, Anas menyampaikan saat ini guru-guru di Indonesia telah menciptakan banyak Tokoh Nasional bahkan Internasional.

Salah satunya ialah presiden ketiga Indonesia, Habibie, yang dikenal dengan teori pesawatnya dan dunia mengakuinya. Namun naas, saat ini Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain. Untuk itu ia mengajak agar para guru bisa meningkatkan kinerja dalam menumbuhkembangkan SDM yang baik dan unggul di Indonesia untuk bersaing pada tingkat dunia.

“Mungkin ada sebagian guru yang memiliki jasa besar dapat mengantarkan anak-anak bangsa menuju jenjang yang lebih baik, tetapi masih ada pula guru yang belum bisa menjadi teladan baik bagi anak didiknya,” tambah Anas.

Dalam hal ini, apapun kondisinya para guru supaya bisa berjuang bersama-sama mengantarkan anak-anak bangsa agar dapat diperhitungkan dikancah Internasional.

LDII dalam kiprahnya juga memiliki guru baik ditingkat pesantren maupun formal. Pembekalan LDII terhadap para guru telah dilakukan sejak dini artinya sebelum menjadi guru, LDII telah mengajarkan pendidikan terutama pada akhlakul karimah, sehingga ketika menjadi guru memiliki sifat jujur, amanah, dan kerja keras, seperti pendidikan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Harapan LDII, guru-guru yang telah kami tanamkan karakter baik bisa menularkannya ke peserta didik. Sehingga peserta didik dapat memiliki karakter unggul seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.

Sementara, Nurhadi Yunus, selaku guru Pondok Pesantren (Ponpes) Shirothol Mustaqim Palu, mengatakan pekerjaan guru merupakan tugas mulia karena memiliki kontribusi tinggi dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ia mengutip suatu istilah, “Guru bukanlah orang yang hebat, tetapi dari guru muncul orang-orang yang hebat di dunia ini. Sehingga saya sangat bangga menjadi guru terutama dalam bidang agama,” tutur Yunus.

Ia memaparkan lima poin yang harus dilakukan oleh seorang guru. Pertama guru merupakan pendidik, tentu pendidik tidak sama seperti halnya mengajar.

“Mendidik itu lebih erat dengan mengajarkan akhlak mulia, pembiasaan yang baik, etika, kejujuran, kesopanan, dan kedisiplinan, harus ada dalam seorang guru,” ujarnya.

Kedua, guru merupakan seorang pengajar tentu sebagai guru harus mengirimkan seluruh ilmunya kepada peserta didik. Olehnya guru harus mempunyai materi dan menguasai materi sebelum diajarkan kepada anak didiknya, sekaligus menambah metode penyajian dalam materi untuk menambah semangat kepada anak didik dalam mengikuti pembelajaran.

Ketiga, guru merupakan pembimbing, pengarah, serta motivator terhadap anak didiknya. Ketika mendapatkan anak didiknya dalam masalah maka guru wajib membimbing dan mengarahkan ke jalan benar.

Keempat, guru merupakan seorang manager yang harus bisa memanage kelas dengan baik. Bagaimana kelas bisa rapih, tertib, disiplin, sehingga belajar mengajar menjadi nyaman.

Terakhir kelima, guru harus mensukseskan program di Sekolah maupun institusi pendidikan dibidang apapun.

Selain itu, Yunus berpesan kepada seluruh guru di pelosok tanah air Indonesia untuk selalu menjadi suri tauladan baik, pantang menyerah. “Ini merupakan pesan saya terhadap guru diseluruh Indonesia, semoga kita dapat bersama berjuang membimbing anak didik kita menuju bangsa yang berkualitas dan berkarakter,” tutupnya.

Ayo Hormati Guru.

 

Penulis: ZFR

Editor: Angga dan Nurwinda/ Lines Sulteng 

Leave Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.